x
BREAKING NEWS

Minggu, 23 Desember 2018

Prioritaskan Berkomentar Positif di Media Sosial

Kecintaan manusia terhadap media sosial memang sudah tidak diragukan lagi. Terlebih saat ia mampu memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi apa pun dari berbagai dunia. Juga mampu memperluas hubungan sosial antarindividu kepada individu lain dengan sesuka hati, walau hanya melalui dunia maya. Seperti gula yang dibiarkan berceceran di lantai, maka lambat laun gerombolan semut datang menggerumuni santapan manis tersebut. Begitulah kondisi masyarakat saat mengetahui nikmatnya beraktivitas di media sosial.

Realitas yang masih menjadi problematika hingga saat ini yakni sembrononya manusia dalam menggunakan media sosial. Banyak berita atau informasi yang disampaikan tidak sesuai fakta, namun beramai-ramai warganet (warga internet) menanggapinya dengan serius dan mudah percaya begitu saja, seperti berita musibah palsu. Tanpa menelusuri kebenaran berita lebih jauh, mereka dengan serta merta mengamininya. Hal tersebut tentunya akan merugikan pihak yang bersangkutan.

Lain halnya dengan suatu unggahan yang benar terjadi adanya pada laman media sosial,  di sana memuat suatu prestasi, karya, hal unik atau juga berita duka cita. Namun, malah banjir komentar yang berisi ujaran kebencian, pelecehan, dan diskriminasi. Tak jarang kata-kata yang diucapkan pun sangat tidak manusiawi.

Terlepas dari hal tersebut, maka berkomentarlah sesuai kebutuhan. Karena banyak ditemukan komentar yang bertele-tele, melebar, dan akhirnya memicu timbulnya polemik baru. Kemudian, berkomentarlah sesuai kemampuan. Sebab, mayoritas masyarakat berkomentar tanpa didukung bukti-bukti akurat. Terakhir, berkomentarlah sesuai kapasitas. Tak bisa dipungkiri antara anak dengan orang tua atau bawahan kepada atasan masih saja berkomentar seolah-olah menggurui.

Oleh sebab itu, patutlah para warganet berkomentar positif dan menahan diri dari sikap egoisme dan amarah ketika beraktivitas di media sosial. Mulailah mengomentari suatu unggahan yang berisi akan hal apa pun dengan bijak, kepala dingin, dan bersikap dewasa.  Dimaksudkan agar mudah diterima dan menjadi suatu motivasi tersendiri bagi pihak yang menerima komentar.

Opini: Nabila Hekar Safitri 3/C

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia