x
BREAKING NEWS

Kamis, 27 Desember 2018

Opini Nurul Fitriana

Bergeraklah! Maka Akan Terpecahkan Masalah
Bagai hati yang mulai lengah mengingat Tuhannya, menggersang dan perlahan mati, begitulah jika diibaratkan pada kehidupan di musim kemarau, populasi air yang perlahan menyusut dan mengancam kelangsungan hidup makhluk yang lainnya. Matahari, oksigen, dan air adalah komponen penting dalam kelangsungan hidup para makhluk hidup yang sering didadapat dengan cuma-cuma dan jarang disyukuri.
Indonesia terkenal sebagai wilayah maritim/ wilayah perairan. Namun ternyata sekitar 56% wilayah di Indonesia masih kekurangan air bersih. Hal tersebut ditinjau kadar logam dan bakteri yang terkandung dalam air tersebut. Terutama di daerah pelosok, tepi pantai, dan pinggiran sungai.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau terjadi sepanjang bulan Agustus-September dan akan berakhir pada bulan Oktober mendatang. Sementara itu berdasarkan data terbaru sejumlah kabupaten/kota di 8 provinsi mengalami kekeringan di Indonesia. Seperti di Kabupaten Grobogan (Jawa Tengah), Kabupaten Cianjur (Jawa Barat), dan Lombok Utara.
Musim kemarau memang tak bisa dihindari namun dapat diatasi, beberapa tips yang dapat dilakukan ketika musim kemarau menghampiri: menampung persediaan air sebanyak-banyaknya sebelum musim kemarau tiba, menampung air embun, menampung air di waduk, melalukan penghijauan, selain itu jangan lupa untuk bergantung pula terhadap Tuhan, bagi umat muslim dapat melakukan Shalat Istisqa' dan bagi umat agama lainnya dapat memperbanyak ibadah dan memohon bantuan kepada Tuhan sesuai kepercayaan.
Disini juga peran pemerintah sangat dibutuhkan terutama untuk penyuluhan terhadap masyarakat dan memberikan peringatan bahwa akan terjadi musim kemarau, serta program donasi untuk membantu masyarakat dari krisis air.

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia