Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Opini "Kampanye Capres yang Unik"

Kamis, 20 Desember 2018 | Desember 20, 2018 WIB | 0 Views Last Updated 2019-10-08T00:56:39Z

Kampanye Capres yang Unik

Masing-masing dalam diri manusia memiliki karakter yang berbeda-beda, perilakunya, gayanya, cara berbicaranya, dan lain sebagainya. Tapi tidak menutup kemungkinan ada orang yang mengikuti kehidupan orang lain. Begitu juga seorang pemimpin. Pemimpin juga manusia, setiap pemimpin pasti memiliki karakter berbeda dengan pemimpin yang lainnya. Apalagi saat berpidato, menyampaikan pendapatnya, pasti memiliki ciri khas tersendiri.

Di negeri tercinta ini, sedang berlangsungnya kampanye capres dan cawapres. Setiap capres dan cawapres pasti berlomba-lomba mengait masyarakat untuk ikut menjadi pendukung salah satu calon tersebut. Dengan berbagai cara, para calon berusaha mengorbankan waktunya untuk mendapat suara yang banyak. Contohnya berpidato, calon nomor urut pertama, Joko Widodo dan Ma'aruf Amin, memiliki style sendiri saat berkampanye dan berpidato, yakni kampanye door to door yang telah dilakukannya di Sumatera Selatan. Strategi tersebut sangat efektif dalam menambahkan suara dukungan untuknya yang dimana daerah tersebut elektabilitasnya masih 37% rendah.

Lain halnya dengan calon nomor urut 2, Prabowo dan Sandiaga Uno.  Mereka memiliki strategi yang unik, yakni memfokuskan program kampanyenya dengan menggait kaum milenial sekarang dengan membuat platform di internet sebagai ajang memberikan aspirasi masyarakat zaman ini dan mengajak anak muda milenial untuk ngopi gratis bareng dengan Cawapres Sandi ditempat yang telah ditargetkannya sebagai ajang bertukar pandangan. Menurut saya, strategi tersebut sangatlah efektif agar pemuda zaman ¬now lebih terbuka pikirannya untuk memberikan hak suara dan tidak terjadi Golput atau yang tidak memberi suara ke siapapun.

Jadi, semua  memiliki strateginya dalam menggait masyarakatnya. Setiap capres dan cawapres juga memiliki gaya kampanyenya masing-masing. Tidak ada yang salah, semua usaha tersebut baik, asal tidak melewati batas wajar yang menimbulkan keriburan diantara kubunya masing-masing.

Amal
Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Bandung

×
Berita Terbaru Update