x
BREAKING NEWS

Rabu, 19 Desember 2018

Neraca masyarakat untuk islam lebih maju

Neraca adalah symbol dari keseimbangan yang digambarkan dengan timbangan, maka timbangan haruslah seimbang. Dalam hal lain neraca adalah suatu bagian dari laporan keungan dalam perusahaan atau entitas bisnis yang dihasilkan dalam suatu periode akuntansi. Namun neraca yang dimaksud disini adalah sebuah keseimbangan. Tentunya bila neraca berat sebelah maka tidak akan lahir sebuah keseimbangan.

Masyarakat adalah sekumpulan orang yang berkelompok dalam suatu wilayah atau kumpulan kelompok yang berada dalam wilayah baik secara kedaerahan maupun negara. Masyarakat pastilah akan ada disetiap daerah, namun system dalam bermasyarakat akan berbeda satu dengan yang lainnya. Kehidupan social dimasyarakat akan damai dan tentram sesuai dengan tindakan yang ditegakan oleh pemimpinnya. Maka pemimpin memiliki peran paling besar dalam system masyarakatnya. 

Mayoritas di negara ini adalah muslim yang bermukim diberbagai daerah. Karena negara ini memiliki jumlah penduduk muslim terbanyak diantara negara lainnya terntu akan banyak pula system dalam bermasyarakat atau budaya yang akan datang atau masuk kedalam negara ini. Mulai dari timur tengah sampai eropa. Bila melihat pada trendsetter Indonesia ini memiliki trendsetter timur tengah yang ke eropa-eropaan. Kenapa? Karena banyak orang yang mencampur adukan budaya timur tengah dengan budaya eropa seperti seorang muslim yang taat beragama namun hidup dengan gaya yang glamour sementara banyak orang disekitarnya yang miskin bahkan tidak punya tempat tinggal sekalipun. Bila kita berkaca pada negara islam lainnya mereka mampu restpect terhadap orang disekitarnya bahkan negara yang mayoritas non muslim pun melakukan hal yang sama yaitu membantu orang disekitarnya sehingga tidak ada diatara mereka yang kelaparan sekalipun. 

Lalu apa hubungan sebuah neraca dengan masyarakat?. Kita ketahui neraca adalah symbol dari kesimbangan bakan dalam ilmu ekonomi pun pemasukan yang didapat harus sesuai dengan pengeluaran yang dilakukan. Bila pengeluaran dan pemasukan tidak seimbang maka patut dipertanyakan perhitungan neracanya. Jika neraca ini diterapkan dalam masyarakat maka jadinya semua sector dalam masyarakat harus berjalan seimbang sesuai dengan apa yang terjadi dimasyarakat. Bila sebuah masyarakat ini tidak seimbang maka kehancuranlah yang akan didapat oleh penghuninya. Ibarat sebuah pohon bila terus-terusan oleh manusia ditebang dan tidak ada tindakan reboisasi maka perlahan hutan tersebut akan gundul dan tanah yang berada disekitarnya tidak akan mampu menahan debit air yang turun melalui hujan sehingga terjadi bencana yang sangat besar.

Banyak bencana yang sering kita lihat baik secara langsung maupun tidak langsung, itu dikarenakan system dalam sector tersebut tidak berjalan seimbang. Bila sebuah sector dalam masyarakat bisa berjalan seimbang maka segala hal yang dapat menjadi bencana akan terhindar. Seperti yang Allah Swt. firmankan dalam QS. Ar-Ra'd (13): 11, yang artinya "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri". Dari ayat tersebut bisa kita lihat bahwa Allah telah menetapkan sunnatullah terjadinya suatu bencana, namun Allah memerintahkan kita untuk merubah keadaan dengan cara menghindari atau memperbaiki sunnatullah terjadinya bencana. Melalui tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon sembarangan, dan hal lainnya.

Hal tersebut memberikan kita satu penerangan bahwa ajaran islam telah mengatur kita bagaimana caranya bermasyarakat, bagaimana caranya kita menjaga kesimbangan dalam hidup, dan banyak hal lainnya. Maka sudah seharusnya kita mengkaji islam lebih dalam lagi dengan tidak hanya membaca dan menghafalkannya saja tetapi memahami konteks, makna dan maksud dalam ayat tersebut. Dalam mengkajinya pun kita harus mengesampingkan masalah perbedaan antara organisasi islam dan politisasi agama, agar ilmu yang dikaji benar-benar bermanfaat bagi kita perkara mau diamalkan atau tidak tergantung keyakinan kita.

Dengan kita menerapkan neraca dalam masyarakat dan mengesampingkan ego pribadi serta organisasi akan terwujud masyarakat islam yang maju dan sejahtera. Tidak ada masyarakat yang miskin dan tidak ada pula masyarakat dengan harta yang berlebih, inilah yang dimaksud dalam islam untuk hidup dengan cukup. Ilmu pengetahuan pula akan lebih luas dan paham dengan mendalam sehingga kita tidak mudah terprovokasi ataupun tertinggal dibanding umat atau negara maju lainnya.

Sehingga menurut saya islam telah mengatur segala urusan didunia agar berjalan sesuai dengan apa yang Allah inginkan. Serta dengan adanya penerapan neraca dalam masyarakat akan menjadi moderasi islam yang akan membawa kemajuan bagi seluruh umat islam didunia. Walau akan banyak perbedaan sudut padang namun keseimbangan dalam masyarakat adalah hal yang paling diinginkan oleh setiap lapisan masyarakat di dunia sekalipun itu negara liberal atau komunis.

Oleh: Ammar Fathul Bahir, KPI 3 A

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia