x
BREAKING NEWS

Rabu, 19 Desember 2018

Nasihat Kearifan Dalam Hidup

Buku ini menjelaskan nasihat-nasihat Emha Ainun Nadjib"Cak Nun" agar kita dapat mengendalikan hidup, menjadi lebih baik agar tidak sesuai kehendak diri sendiri saja. Cak Nun menyampaikan dalam nasihatnya bahwa prinsip Islam adalah aman. Tujuan umat Islam adalah menciptakan rasa aman. 

Sebuah buku yang berisi nasihat kearifan dalam hidup. Yang dikemas dengan berbagai pendekatan, mulai dari ringan sampai serius, sindiran juga keterusterangan.

Allah mempunyai sifat wa rabbun ghafur, pedoman utama dalam hidup itu hanya wa rabbun ghafur. Kalau pekerjaan kita memerah susu sapi, ya tidak ada masalah, mesti rabbun ghafur. Tapi kalau kita berjudi, baik main kartu ataupun dadu, itu bisa membuat Allah marah.

Allah tahu kalau kamu semua akan banyak salah, sehingga menyediakan pengampunan. Makanya, kata-kata-Nya wa rabbun ghafur. Wa rabbun itu Allah yang mengayomi, Yang Maha Melindungi. Ghafur itu Yang Maha Pengampun. Berarti Gusti Allah sudah siap kalau ada orang yang salah.

Tidak semua pembelajaran itu bersifat kognitif. Tidak semua pemahaman itu melalui kata. Sebenarnya pemahaman yang paling mendalam itu adalah melalui pengalaman dan rasa.

Setiap hari kita adalah orang yang bisa merasa jika kita ini jelek, kita ini inni kuntu minadzalimin. Kan begitu. Kalau ada yang merasa benar dan menyalahkan orang lain, ini yang paling menakutkan.

Kita jangan terlalu mudah dan terlalu cepat membidahkan atau mengkafirkan orang lain yang berbeda pemahaman dengan kita. Kita harus mengerti di wilayah mana kita dapat mengatakan bidah, bidah itu cakupannya di ibadah mahdhah. Kalau ibadah muamalah itu sifatnya dinamis dan menyesuaikan dengan zaman, sejatinya Al-Quran pun begitu.

Tiap hari, Allah menyarankan orang Islam untuk memulai segala sesuatu dengan membaca bismillahirrahmanirrahim. Karena yang utama dari sifat Allah adalah ar-rahman ar-rahim. Meluas lebih dulu daripada mendalam. Orang lain dulu yang dinomorsatukan. Allah sendiri tidak mementingkan diri-Nya. Dia mementingkan hamba-hamba-Nya dulu. 

Pusat Islam adalah berlaku lembutlah kepada semua makhluk, dan berlaku keraslah kepada dirimu sendiri. Sebenarnya begitu, tapi tidak diteruskan sama Allah. Kalau saya begitu, saya berlaku sangat keras kepada diri saya. Saya tidak memusingkan identitas, yang saya cari adalah kesejatian personalitas saya.

Kamu harus melindungi dua hal pada manusia. Pertama, nyawanya. Jangan sampai membunuh orang, karena itu hak Tuhan. Kedua, martabatnya. Jangan dihina, dilecehkan, jangan tidak diakui eksistensinya, dan jangan dihalangi pilihannya.

Hal penting yang perlu mendapat apresiasi dari buku ini adalah penyajiannya yang menggunakan bahasa yang ringan; mengalir. Pengemasannya yang menarik karena kreasi dalam penulisan dan penekanan dalam nasihatnya. Perlu adanya penulisan Arab dalam buku ini.Tetapi terdapat beberapa kekeliruan dalam penulisan kata dan beberapa dialek yang tidak mudah dimengerti.

Seperti pada penulisan "jadi binatang itu itu lebih enak" pada (hlm. 116) terdapat pengulangan kata "itu". Tetapi terdapat juga penekanan yang menarik di akhir pembahasan dengan desain yang berwarna dan tulisan yang menarik.

Peresensi : Enung Hani Amaliah (KPI 3-A)

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia