x
BREAKING NEWS

Rabu, 26 Desember 2018

Membangun Indonesia dengan Umat Islam yang Moderat

Moderasi berarti pengurangan kekerasan, penghindaran keekstreman, menengahi suatu masalah. Dengan moderasi tentu saja kita berharap penduduk Indonesia yang majemuk ini bisa damai dengan adanya perbedaan diantara mereka.
Dewasa ini Indonesia dihadapkan dengan perang saudara atas nama ras bahkan agama. Sehingga berakibat terganggunya stabilitas negara. Hal ini disebabkan dangkalnya pengetahuan atau pemahaman tentang Islam atau agama yang dianutnya. Sehingga kemudian menjadi doktrin untuk melakukan kekerasan atas nama agama padahal hanya untuk kepentingan politik semata. 
Kalau diperhatikan permasalahan di Indonesia semakin hari semakin menumpuk dan semakin rumit. Mulai dari masalah ekonomi, politik samapi masalah agama. Masalah di negeri ini seakan-akan tidak ada ujungnya. Dengan sekelompok orang yang mementingkan dirinya dan kelompoknya sendiri, tanpa berpikir dampak yang terjadi pada masyarakatnya.
Kini penduduk Indonesia seakan-akan terpecah belah menjadi beberapa kelompok. Sampai terjadi keributan antar warga Indonesia sendiri, bahkan dengan saudara satu agama.
Dari berbagai masalah tersebut, sebagai umat  muslim kita harus merenungkan dan berpedoman pada Al-Quran. Dan sebagai warga Indonesia juga kita harus berpegang teguh pada Pancasila. Karena dua hal tersebut saling menguatkan satu sama lain.
Pada dasarnya islam itu diturunkan membawa rahmat dan Islam sendiri berarti damai. Semua umat Islam bertugas untuk menebar kedamaian, seyoginya umat Islam tidak menyukai kekerasan apalagi perang. Nabi Muhammad Saw mendidik kaum muslimin untuk mencintai kedamaian dan membenci perang. 
Dalam hal ini moderasi Islam sangat berpengaruh bahkan berperan penting menjadi penengah atas masalah-masalah yang terjadi di Indonesia ini. 
Mayoritas penduduk Indonesia adalah penganut agama Islam. Oleh karena itu kehidupan masyarakatnya menentukan maju mundurnya negara Indonesia ini. Keadaban bangsa ini sangat bergantung pada masyarakat Indonesia bagaimana menampilkan kehidupannya sebagai seorang Muslim.
Istilah Islam Moderat memiliki arti yang sepadan dengan istilah Arab "Ummatan Wasathan" atau "al-din al-wasath" seperti yang tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah : 143. "Dan demikianlah Aku jadikan kalian umat yang wasat (adil, tengah-tengah, terbaik) agar kalian menjadi saksi bagi semua manusia, dan agar Rasul menjadi saksi juga atas kalian".
Agama islam pasti moderat, ia tidak perlu dimoderatkan, tidak perlu dipredikasi dengan kata moderat juga karena ia pastilah moderat. Tetapi yang perlu diupayakan untuk moderat adalah umat Islam itu sendiri.
Karena umat berbeda dengan agama, bisa saja seorang umat tidak menjalankan ajaran agamanya dengan baik, sehingga dia tidak bisa merepesentasikan dari agamanya itu sendiri.
Muhammad Abduh salah satu tokoh pembaharu Islam dari Mesir pada zaman dahulu mengunjungi kota Paris, dan melihat suasananya orang-orangnya disiplin, begitu ramah, bersih kotanya dan lain sebaginya, sehingga ia katakana "Aku melihat Islam di Paris meskipun aku tidak melihat muslim disana" kenapa? Karena kedisiplinan, kebersihan dan lain sebagainya adalah bagian dari ajaran Islam yang justru ia lihat di Paris yang mayoritas penduduknya adalah nonmuslim.
Indonesia sebagai penduduk Muslim terbesar didunia harusnya menjadi model moderasi Islam bagi negara-negara lain. Umat Islam di Indonesia harusnya bisa menampilkan kehidupannya sebagai seorang Muslim, kehidupan yang sesuai dengan ajaran Islam sendiri.
Dalam membangun negara yang berkeadaban, damai, makmur dan sebagainya, tentu saja ini harus dimulai dari bangsa atau penduduknya sendiri. Maju mundurnya sebuah negara itu berada ditangan penduduknya sendiri. Bukan ditangan kelompok atau para penguasa yang hanya memikirkan diri sendiri.
Islam adalah agama yang moderat, sekarang tinggal bagaimana kita menginternalisasi nilai-nilai Islam yang moderat pada kehidupan kita. Sehingga kita menjadi umat yang moderat sesuai dengan agama Islam itu sendiri.
Allah telah menjadikan kita Ummatan Washatan (Umat yang moderat) karena Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum melainkan kaum itu sendiri berusaha untuk merubahnya sendiri.
Umat Islam Indonesia harus menjadi "Ummatan Wasathan", berdiri kokoh di tengah-tengah, jangan sampai hanyut dengan arus kehidupan modern yang terjadi sekarang ini. Dan tidak bisa dipengaruhi oleh bisikan-bisikan kanan dan kirinya.
Ada ungkapan seorang pembaharu di Mesir Al-Islamu Mahjuubun Bilmuslimin (Islam tertutup oleh umat Islam). Seperti yang terjadi belakangan ini banyak orang yang mengaku Islam tapi bersikap keras dan melampaui batas terhadap orang yang tidak sepaham dengannya, tidak melaksanakan ajaran Islam dan enggan untuk mendalami ajaran Islam itu sendiri. Dan hal ini yang menghambat rahmat Allah datang.
Setiap umat muslim pasti ingin memperjuangkan dan menerapkan syariat Islam di Indonesia. Tetapi kita harus sadar dengan keadaan penduduk Indonesia yang majemuk. Kita harus menghormati satu sama lain.
Saya kira semua masyarakat Indonesia mempunyai visi yang sama, yaitu menginginkan negara yang makmur, damai, sejahtera tanpa ada kekerasan dan keributan baik antar ras ataupun agama.
Namun visi itu tidak akan tercapai kalua masyarakat Indonesia sendiri bersikap keras dan tidak menerima terhadap orang yang tidak sepaham dengannya.
Disinilah peran penting Ummatan Wasathan, umat Islam harus menengahi hiruk pikuk dan keributan antar kelompok yang terjadi di negara ini.


Nenden Siti Aminah Jalilah 
Mahasiswi KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia