x
BREAKING NEWS

Rabu, 26 Desember 2018

kumpulan tugas jurnalisme dakwah

A. Opini

 Petani Kesulitan Mendapat Air

 

Sejak lama telah diketahui bahwa air merupakan sumber kehidupan bagi manusia,hewan,dan tumbuhan. Bahkan bagi Para petani air tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,tetapi juga sumber kemakmuran.

Kemarau yang terjadi berulang-ulang,hingga menyebabkan kita semua,khususnya para petani, was-was dan kalang kabut. Sebab, dengan kekeringan berarti, berarti tanaman padi milik para petani teranvam puso atau gagal panen.

Sayangnya,hingga kini belum ada solusi yang komprehensif untuk mengatasi musim kemarau yang cukup panjang, selain misalnya bantuan air yang di siapkan oleh pemerintah setempat lewat perusahaan daerah air minum (PDAM) milik daerah.

Selain itu, petani juga jangan hanya menunggu bantuan pemerintah. Setidaknya ikut serta mencari solusi yaitu menyiapkan penampungan air ketika musim hujan tiba, patut dilakukan. Jadi, jika musim kemarau tiba,tidak menjadi ancaman besar bagi petani karena air bersih masih bisa di peroleh. 


Menganggap Penuhi Unsur Kedaruratan, MUI Bolehkan Penggunaan Vaksin MR

MUI menyatakan, pada dasarnya vaksin yang diimpor dari Serum Institute of India itu haram karena mengandung babi. Namun, penggunaannya saat ini dibolehkan karena keterpaksaan. Dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari babi.

Ada tiga alasan kenapa MUI untuk sementara ini membolehkan penggunaan vaksin MR. pertama,adanya kondisi keterpaksaan (darurat syar'iyyah). Kedua, belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci. Ketiga, ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi vaksin MR. "Kebolehan penggunaan vaksin MR sebagaimana dimaksud pada angka 3 tidak berlaku jika ditemukan adanya vaksin yang halal dan suci,"

 

 MUI pun merekomendasikan pemerintah wajib menjamin ketersediaan vaksin halal untuk kepentingan imunisasi bagi masyarakat. Produsen vaksin juga wajib mengupayakan produksi vaksin yang halal dan menyertifikasi halal produk vaksin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. MUI juga mendorong pemerintah harus menjadikan pertimbangan keagamaan sebagai panduan dalam imunisasi dan pengobatan.

 

Selain itu, MUI juga menyarankan pemerintah hendaknya mengupayakan secara maksimal, serta melalui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan negara-negara berpenduduk Muslim, agar memperhatikan kepentingan umat Islam dalam hal kebutuhan akan obat-obatan dan vaksin yang suci dan halal.


Si kupu-kupu dan Si kura-kura

 

Mahasiswa kupu-kupu atau mahasiswa kura-kura-kura merupakan istilah yang tidak asing lagi dikalangan mahasiswa.  Mahasiswa kupu-kupu merupakan julukan mahasiswa yang melakukan kegiatan perkuliahan setelah itu pulang, sehingga dijuluki mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Sedangkan mahasiswa kura-kura merupakan julukan untuk mahasiswa yang setelah melakukan kegiatan perkuliahan, kemudian disibukkan dengan kegiatan rapat disebuah organisasi, sehingga dijuluki mahasiswa kura-kura (kuliah rapat-kuliah rapat).

 

Mahasiswa kupu-kupu biasanya kurang memiliki wawasan, pengetahuan maupun pengalaman yang luas mengenai organisasi, karena tidak bergabung ke dalam organisasi, dan memilih untuk pasif dalam berorganisasi. Sedangkan untuk mahasiswa kura-kura yang tergabung dalam kegiatan berorganisasi akan mempunyai wawasan , pengalaman, dan pengetahuan yang luas mengenai berorganisasi dari pada mahasiswa yang tidak bergabung ke dalam sebuah organisasi.

 

Tentunya mahasiswa kupu-kupu maupun mahasiswa kura-kura mempunyai beberapa pengaruh, baik pengaruh positif maupun negatif untuk mahasiswa itu sendiri. Hal ini menyebabkan mahasiswa tidak memiliki wawasan, pengalaman dan pengetahuan yang luas terhadap organisasi maupun pengalaman lainnya.

 

Namun ada sisi positif bagi mahasiswa kupu-kupu, yaitu mahasiswa kupu-kupu memiliki banyak waktu luang, karena tidak mempunyai kesibukan diluar. Tetapi, Dengan bergabungnya kedalam organisasi menjadikan mahasiswa dapat bertukar pikiran ataupun pendapat antar organisasi dalam sebuah organisasi, sehingga akan menambah ilmu dan juga mental dalam hal berbicara ataupun berpendapat. Untuk memutuskan hal tersebut tidaklah mudah, mengingat kita harus pandai membagi waktu antara kuliah dan organisasi. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Dan itu semua adalah pilihan mahasiswa,karna dalam memposisikan itu mereka harus berfikir lebih kritis dan dewasa.

 

Negeri Cicin Api

Nyaris tak sejengkal pun tanah di Nusantara yang luput dari ancaman gempa, selain Kalimantan, seperti yang tertera dalam peta sejarah kegempaan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Gempa, tsunami, dan juga letusan gunung berapi telah menjadi bagian dari sejarah Nusantara dan terekam dalam mitologi serta dongeng kuno.

Sejarawan Bernard HM Vlekke dalam buku Nusantara: Sejarah Indonesia, 1961, menulis, letusan gunung dan gempa bumi begitu sering terjadi di negeri ini. Salah satu pulau yang paling sering dilanda gempa adalah Sumatera.

Menyusuri jalur patahan raksasa dan mengarungi lautan yang kerap mengirim tsunami. Hingga menjelajahi hutan dipenuhi keragaman hayati yang tercipta dari kompleksitas geologi. Perjalanan ini berujung pada sederet ironi sekaligus harapan terhadap negeri yang dibelit Cincin Api.

Jutaan orang tinggal dalam jangkauan letusan gunung berapi, bahkan sebagian tinggal di dalam kaldera tanpa menyadarinya. Kota-kota tumbuh di jalur patahan, dibangun dari batu bata rapuh dan abai prinsip aman gempa. Tsunami yang mengancam hanya dibentengi tanggul cacat, bukit yang dikeruk, bakau yang menyusut, alat deteksi dini yang dicuri, dan masyarakat yang lupa.


Peduli Gempa Dan Tsunami Di Palu

Musibah gempa bumi dan tsunami yang menimpa saudara-saudara di Palu dan Sulawesi Tengah menjadi banyak perhatian dari berbagai pihak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan (BMKG) memastikan telah terjadi tsunami di wilayah Palu, Donggala, dan Mamuju, Sulawesi Tengah. Di Palu, tsunami diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.22 WIB atau 18.22 WITA dengan level siaga dan dengan ketinggian sekitar 0,5-3 meter.

Gempa tersebut terjadi akibat aktivasi sesar geser palu koro. Jadi di situ terjadi mekanisme pergerakan dari struktur gempa mendatar. telah mengumumkan peringatan dini tsunami  lima menit setelah kejadian gempa. Peringatan dini diumumkan berdasarkan pemantauan naiknya muka air laut melalui alat pendeteksi tsunami.

Selain itu, peringatan dini juga dilakukan berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari saksi mata, yakni staf BMKG di Kota Palu. Dari saksi mata di lapangan ketinggian naiknya muka air laut 1,5 meter dari pengamatan di lapangan pantai palu. Namun, peringatan dini tersebut  diakhiri oleh BMKG pada pukul 17.36 WIB atau 18.36 WITA setelah melihat tsunami mulai surut.

Pasca-tsunami, BMKG  juga mencatat telah terjadi 22 kali gempa bumi susulan. Berdasarkan hasil pemantauan BMKG di lapangan hingga pukul 20.00 WIB. Pemerintah pun mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat dan mengikuti perkembangan informasi dari BMKG. Dia pun meminta masyarakat tidak terpancing isu tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

 

Perpanjangan Ganjil Genap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, perluasan pembatasan kendaraan berdasarkan pelat nomor ganjil dan genap untuk sementara akan dilakukan hingga acara Asian Para Games 2018 selesai, yaitu pada 6-13 Oktober mendatang.

Dalam Pergub itu disebutkan bahwa perpanjangan sistem ganjil genap berdasarkan evaluasi pelaksanaan sistem tersebut selama Asian Games 2018. Hasilnya berdampak pada peningkatan efisiensi dan efektivitas penggunaan ruang jalan dan pengendalian lalu lintas jalan.

Uji coba perluasan sistem ganjil-ganjil di Jakarta dan sekitarnya dimulai pada 2 hingga 31 Juli ini. Aturan itu akan secara resmi diberlakukan pada 1 Agustus 2018. Selama Asian Games 2018, yaitu pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang, sistem itu Telah diterapkan sebulan yang lalu.

Dalam percobaan tersebut sangan membawa hasil dalam penggunaan ruang jalan .Maka untuk itu kita sebagai warga DKI Jakarta harus ikut mensukseskan program pemerintah agar berjalan dengan teratur ,dan sekaligus ikut mensukseskan Asian Para Games 2018.  


Mengelola Sampah di Jakarta

 

Salah satu persoalan besar yang dihadapi kota-kota besar di Indonesia adalah masalah pengelolaan sampah. Produksi sampah masyarakat modern tentu lebih banyak daripada masyarakat tradisional.Kenyataan ini juga dihadapi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang masih kewalahan menangani sampah Ibu Kota. Manajemen pengangkutan dan pengolahan sampah belum terbangun dengan baik, sementara produksi sampah juga belum bisa ditekan sehingga sampah masih terlihat berserakan di ruang-ruang publik.

Cara pengolahan yang umum digunakan di Indonesia adalah membawa sampah ke tempat pembuangan akhir, sedangkan sebagian kecil didaur ulang.Cara pengolahan dengan membawa sampah ke tempat pembuangan akhir masih bisa digunakan untuk daerah yang lahannya cukup luas, tetapi kurang efektif dikembangkan di daerah dengan luas lahan terbatas.

Selain itu, tempat pembuangan akhir sampah adalah salah satu tempat penghasil gas metan yang menyebabkan efek rumah kaca, sumber penyakit, dan pada umumnya ditentang oleh masyarakat setempat. Di sisi lain, penerapan pemilahan sampah mulai dari sumbernya masih minim dilakukan oleh masyarakat, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta.

Oleh sebab itu, diperlukan adanya upaya pembinaan dan pengembangan bank sampah di lingkungan Rukun Warga (RW) dan sekolah, agar sampah anorganik dapat berdaya guna dan digunakan kembali bagi masyarakat. Nantinya, Ketua RW akan menjadi inisiator pembentukan bank sampah tersebut. Imbauan yang dilontarkan Gubernur DKI Jakarta agar warga tidak membuang sampah sembarangan tentu patut disambut baik oleh masyarakat. Namun di sisi lain, berbagai upaya untuk memanfaatkan kemajuan teknologi guna mengolah sampah secara besar-besaran juga harus terus dilakukan.


B.Berita masjid

Sebelum magrib,anak-anak ikut pengajian dan sholat bersama.

Dakwahpos.com,Bandung -DKM Nurul Karim Cipadung ,sering sekali mengadakan kegiatan bermanfaat seperti pengajian anak-anak sebelum magrib.

Aji Wicaksono adalah salah satu guru di kegiatan pengajian anak-anak,Beliau orang asli Bandung. Dia bekerja dia salah satu pabrik di Bandung, dahulu Aji adalah anak pesantren sehingga dia mau berbagi ilmu kepada anak-anak di sekitar lingkungan dirumahnya.

"yah,menurut saya di masjid ini juga tadinya belum ada pengajian anak-anak. Ya jadi saya coba aja kasih ilmu saya ke mereka dan tadinya responnya sedikit yang mau ikut ngaji. Karna mereka tau juga dari mulut kemulut ya akhirnya jadi banyak yang mau ikut mengaji" ungkap Aji pada saat selesai mengajar anak-anak.

Pada saat itu memang Aji tidak ada niat untuk mengajar pengajian di masjid itu,kebetulan anaknya yang bernama indah selalu rajin mengaji di rumahnya.sehingga, banyak tetangga yang melihat dan ingin anaknya ikut mengaji pada Aji. Akhirnya Aji memutuskan untuk mengusulkan kepada DKM di masjid nurul karim untuk mengadakan pengajian dan sholat magrib bersama. Yang mengikuti pengajian itu rata-rata anak-anak SD usia 5-10 tahun. Dan dilaksanakan setian senin-jumat jam 17.00-19:35.

Tidak ada kendala dalam mengajar anak-anak mengaji. Karna seusia mereka masih mau mengikuti aturan mengaji tersebut. Ditambah pesan orang tua mereka yang di berikan oleh Aji sebagai guru ngaji. "anak-anak masih mau mengikuti aturan mengaji di sini, dan orangtuanya tidak banyak protes karna mereka mengikuti aturan pengajian di masjid nurul karim selama aturan itu benar dan baik untuk anak-anak mereka" ungkapnya.


"Masjid Nurul Karim Adakan Pengajian Rutin Ibu-Ibu"  

Dakwahpos.com,Bandung –Masjid  Nurul Karim Cipadung ,sering sekali mengadakan kegiatan pengajian rutin ibu-ibu setiap hari selasa,sehabis ashar.

Ibu  Hj.Rodiah adalah salah satu Ketua pengajian di kegiatan pengajian ibu-ibu,Beliau orang asli Bandung. Dia adalah Seorang Ibu Ruma Tangga. Dahulu sejak ibu Rodiah masih muda sering sekali mengikuti pengajian anak-anak muda sehingga sampai ia sudah menjadi seorang haja,ia tetap ingin berbagi ilmu yang dia punya kepada ibu-ibu.

"alhamdulilah,saya masih dikasih kepercayaan kepada ibu-ibu untuk menjadi ketua pengajian ibu-ibu di masjid nurul karim ini. Saya sangat berharap di pengajian rutin ini kita bisa saling memberi ilmu dan mempererat silaturahmi" ucap ibu Rodiah.

Sebelum masjid nurul karim dibangun, pengajian diadakan selang-seling dirumah ibu-ibu,Namun setelah dibangun masjid terdekat dengan rumah ibu-ibu tersebut. Masjid Nurul karim dijadikan tempat untuk pengajian ibu-ibu sampai sekarang. Respon para ibu-ibu sangat senang dengan adanya masjid nurul karim.karna meeka tidak perlu repot-repot mencari tempat untuk mengaji.

Tidak ada kendala selama kita mengaji di masjid nurul karim ini. Karna pengajian ibu-ibu ini tidak seperti pengajian anak-anak,ibu-ibu ini terlihat kompak saling membantu satu sama lain dalam kegiatan pengajian maupun diluar pengajian.


C. RESENSI

TUGAS KULIAH

[RESENSI BUKU] KOMUNIKASI ORGANISASI KONTEPORER

By : Oktaviani Ulfa

Kelas : KPI 3C


Judul : Komunikasi Organisasi Kontemporer

Penulis : Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si

Penerbit : CV. Simbiosa Rekatama Media

Bahasa : Indonesia

Jumlah halaman : 172

Dalam satu darsawasa terakhir, karakter dan pola komunikasi dalam organisasi tampaknya sudah mengalami perubahan yang signifikan. Hal ini karena globalisasi dan revolusi teknologi informasi telah menyediakan hardware (media atau perangkat komunikasi) dan software (nilai-nilai,metode, budaya) yang diadaptasi oleh para pelaku komunikasi organisasi sehingga antara organisasi menjadi semakin bebas,demokratis,dan egaliter. Saat ini nyaris tidak ada organisasi bisnis yang dapat eksis tanpa pemanfaatan media digital. Bahkan , diprediksi kelak akan semakin Masif dan integratif pada perangkat high-tech (teknologi tinggi).

Semua bisnis, mau tidak mau, harus mengadaptasi teknologi canggih tersebut. Untuk itu, tidak ada pilihan lain, semua organisasi  harus dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Masyarakat dituntut untuk lebih kreatif dan memiliki kompetisi baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Melalui buku ini, penulis berupaya menyajikan berbagai pandangan, teori,fakta, dan data penelitian hingga contoh-contoh  di dunia empiris yang dapat menggambarkan dinamika serta perubahan komunikasi organisasi, juga isu-isu yang sering dihadapi oleh organisasi,seperti perubahan organisasi, politik Organisasi, dan kepemimpinan.

Penulis meramu isi buku ini dengan menyeimbangkan sumber-sumber referensi yang ada, baik dari ranah akademis maupun dunia praktis. Buku ini akan menambah wawasan pembacanya, baik dari kalangan mahasiswa, akademisi, maupun para praktisi organisasi. Juga menjadi peringatan bagi para praktisi organisasi bahwa perubahan dunia yang saat ini sedang berlangsung sangat berpengaruh terhadap komunikasi organisasi. Kita tidak dapat menutup mata dengan perubahan tersebut.


D.ESSAY

ISLAM YANG IDEAL DI INDONESIA

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara kepulauan yang membentang dari Sabang (Aceh, Pulau Sumatera) sampai Merauke (Papua), secara geografis terdiri lebih dari 13.667 pulau. Letak geografisnya di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua Samudera (Hindia/Indonesia dan Pasifik). Negeri yang dilalui garis Kathulistiwa dan demikian luas ini beriklim tropis, dan memiliki sumber kekayaan alam yang melimpah. Dari sudut demografi, Indonesia berpenduduk sekitar 210 juta jiwa lebih dan berada pada urutan keempat besar dunia, setelah China, India, dan Amerika Serikat.

Dari sudut kekayaan budayanya, Indonesia merupakan negara yang masyarakatnya multietnis, dengan lebih dari 100 etnis atau subetnis. Tercatat juga 583 bahasa dan dialek lokal di seluruh Indonesia, dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Indonesia juga merupakan negara multireligius di mana terdapat berbagai agama, dengan mayoritas penduduknya beragama Islam.

Hal-hal di atas adalah realitas-realitas obyektif atau kenyataan-kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, bahwa Indonesia adalah negara besar dan plural. Besar karena, wilayahnya yang amat luas dan jumlah penduduknya yang demikian banyak. Plural, karena kenekaragaman budaya (suku/etnis, ras, adat-istiadat, bahasa dan agama), yang secara filosofis terungkap dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu).

Indonesia hadir tidak lepas dari konsep kehadiran sebuah negara-bangsa (nation-state) yang tumbuh dari kesadaran nasionalisme para pejuang dan Bapak Bangsa (the founding fathers). Munculnya kesadaran berbangsa, merupakan satu modal mendasar yang amat penting artinya bagi kehadiran bangsa Indonesia. Di situlah peran nasionalisme hadir dan mewarnai hadir dan berkembangnya sebuah bangsa. Bangsa, menurut Ernest Renan –yang pendapatnya sering dikutip Bung Karno itu–, hadir karena ada kesamaan nasib dan penderitaan, serta adanya semangat dan tekad untuk berhimpun dalam sebuah "nation" atau bangsa. Lebih jauh Renan berpendapat, bangsa ialah suatu solidaritas besar, yang terbentuk karena adanya kesadaran akan pentingnya berkorban dan hidup bersama-sama di tengah perbedaan, dan mereka dipersatukan oleh adanya visi bersama.

Jadi, bangsa hadir, bukan dikarenakan ada kesamaan budaya, suku, ras, etnisitas, agama dan pertimbangan-pertimbangan primordial lain, tetapi lebih pada adanya kesamaan nasib dan keinginan untuk hidup bersama dalam sebuah komunitas bangsa. Dalam konteks ini maka bangsa adalah sebuah komunitas pasca-primordial –di mana realitas pluralisme atau kenyataan kemajemukan bangsa bukan lagi dipandang sebagai masalah, tetapi sebuah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, dan justru merupakan modal utama bangsa itu.

Nasionalisme atau rasa dan tanggung jawab kebangsaan tersebut merupakan sesuatu yang penting di dalam proses "character and nation building". Tidak ada bangsa hadir tanpa nasionalisme –tentu saja dengan kadar dan konteks masing-masing, sesuai dengan histori dan banyak faktor yang mempengaruhinya. Nasionalisme dan proses berbangsa, justru baru dimulai dan memperoleh tantangan-tantangan baru setelah bangsa itu sendiri hadir.

Kesadaran nasionalisme Indonesia tak lepas dari era kebangkitan nasional 1908, dan Sumpah pemuda 1928 yang telah meninggalkan dokumen amat mendasar sebagai wujud dari adanya kesamaan nasib dan solidaritas bersama untuk: bertanah air, bertumpah darah, dan berbahasa satu: Indonesia. Jadi hakikat nasionalisme makin artikulatif: menuju kemerdekaan sebuah bangsa bernama Indonesia.

Jadi kehadiran Indonesia tumbuh atas kesadaran bersama segenap elemen yang ada untuk bersama-sama mewujudkan, memelihara dan memajukannya. Indonesia hadir bukan atas pemberian kaum penjajah. Ini suatu modal sejarah yang amat berharga. Kita harus mensyukuri modal sejarah yang kita miliki tersebut, dengan melakukan upaya dan tindakan nyata dan terbaik bagi kemajuan bangsa Indonesia. Kini, yang lebih penting adalah bagaimana mendesain masa depan Indonesia yang lebih baik."

Jadi menurut Saya, masyarakat Indonesia yang majemuk ini tidak bisa dengan serta merta memaksakan sebagai ideologi dalam bernegara dan berbangsa. Karena hal ini dapat menimbulkan konflik yang dapat berujung pada perpecahan. Jadi menurut saya sudah benar Islam di Indonesia yang sekarang ini yang menurut para pengamat luar bahwa watak Islam di Indonesia ini lebih moderat yang berbeda dengan karakteristik Islam di kawasan lain, khususnya Timur Tengah karakter Islam di Asia Tenggara dalam hal ini termasuk Indonesia, misalnya memiliki karakter yang lebih damai, ramah, dan toleran (Azra, 1999: xv)

Bahkan karena karakteristiknya yang unik (lebih toleran, ramah dan damai) ini, Islam di Indonesia diprediksi menjadi pelopor bagi kebangkitan Islam. Akan tetapi untuk saat ini yang terjadi pada Islam di Asia Tenggara menurut Azyumardi Azra belum mencapai tingkatan "kebangkitan" namun yang justru terjadi adalah peningkatan antusiasme atau attachment kaum Muslimin Asia Tenggara terhadap Islam; atau dalam istilah yang populer belakangan ini di Indonesia adalah berlangsungnya "santrinisasi' yang lebih intens dibandingkan dengan proses seperti yang terjadi pada masa silam. Proses santrinisasi itu biasanya diindikasikan secara kuantitatif dalam peningkatan jumlah jemaah haji setiap tahunnya, pertumbuhan jumlah mesjid, kemunculan lembaga-lembaga Islam seperi Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Bank Mu'amalat Indonesia (BMI), Asuransi Takaful, dan Bayt al-Mal wa at-Tamwil (BMT). Pada batas tertentu peningkatan kuantitatif ini mengidentifikasikan peningkatan kualitas kaum Muslimin. Tetapi, peningkatan tersebut tampaknya baru sampai pada antusiasme keagamaan yang lebih cenderung bersifat formalistis daripada substantif. Hal itu terlihat jelas dalam perilaku dan etos sosial umat Muslim. Sebaliknya, terdapat indikasi kuat tentang adanya gap antara kesemarakan keagamaan dan berbagai patologi sosial yang dihadapi umat dan bangsa. Dengan kata lain, orang bisa melihat dengan cukup jelas kenyataan belum terdapatnya konsistensi dan kesejajaran antara keimanan dan pengamalan ibadah-ibadah Islam dengan perilaku sosial banyak kalangan Muslim. Karena itu, kita agaknya baru bisa berbicara tentang "kebangkitan Islam" yang lebih riil jika kesenjangan antara kedua hal itu bisa diperkecil ─ kalau tidak dihilangkan sama sekal. Ini merupakan prasyarat vital menuju "kebangkitan" yang riil, bukan sekedar slogan (Azra, 1999: xxii).

Selain itu Azyumardi Azra juga menyebutkan dua prasyarat untuk Islam di Indonesia mencapai kejayaan kebudyaan dan peradaban Islam seperti pada masa Dinasti Abbasiyah yaitu Stabilitas politik dan kemakmuran ekonomi. Tanpa kedua prasyarat ini, agaknya kemajuan-kemajuan Islam dalam lapangan kehidupan lainnya, termasuk pemikiran (intelektualisme) Islam, ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan, kesusastraan, arsitektur, kesenian, dan lain-lain tidak akan tercapai. Dalam konteks Islam di Asia Tenggara persoalannya adalah penyusunan agenda dan skala prioritas pengembangan bidang-bidang ini, sehingga momentum "kebangkitan Islam" itu tidak hanya berkembang secara alamiah, tetapi juga terencan dan terarah.

Jadi menurut saya, Islam yang relevan dengan masyarakat Indonesia yang majemuk adalah Islam yang menjadi ciri khas Islam di Nusantara yang menurut para ahli adalah Islam yang unik yang lebih toleran, ramah dan damai. Karena jika Islam yang seperti di Timur Tengah yang menurut para ahli adalah Islam yang asli diterapkan di Indonesia maka akan banyak muncul potensi konflik di Indonesia karena majemuknya masyarakat di Indonesia ini.

 E.FEATURE

Kegigihan Menjadi KetuaUmum KAMAJAYA Bandung


Mahasiswa adalah makhluk dalam tingkatan sosial yang satu-satunya menyandang gelar setara seperti Tuhan, "Maha". Secara historical, mahasiswa bisa mendapat sandangan gelar itu karena pada masa awal-awal kemerdekaan Negara kita masih kental dengan yang namanya perjuangan, dan mahasiswa pada masa itu merupakan golongan pelajar yang turut serta berjuang bersama rakyat, berjuang untuk rakyat. Pemikiranlah yang menggerakan mahasiswa pada masa itu. Namun sekarang adalah era dimana perjuangan golongan pelajar tidak harus dilakukan dan bertujuan secara kasar bersama dengan rakyat. Era kekinian adalah era dimana mahasiswa sudah sedikit bergeser fungsi dan kehidupan sosialnya. Mahasiswa terbagi dalam dua stereotype yang berlawanan, mahasiswa aktivis dan mahasiswa kupu-kupu.

Rahmaturrizqi Hermawan adalah salah satu Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini sosok yang mampu mewakili tipikal dari mahasiswa aktivis. Pria tampan yang aktivis satu ini dalam perkuliahannya hampirlah selalu melakukan aktifitas dikampus kuliah dan ketika sudah pulang melanjutkan kegiatan rapat.  Pria rantau asal Jakarta  ini sangat aktif dalam kegiatan Intra di kampusnya, seperti organisasi daerah. Organisasi yang dia ikuti adalah KAMAJAYA (Keluarga Mahasiswa Jakarta Raya) Bandung bahkan tidak heran bahwa rizqi sangat terkenal di organisasi daerah lainnya. Karna kehebatan rizqi dalam berorganisasi,rizqi bisa menjadi 2 periode Ketua Umum di Organisasi Daerah itu . Organisasi yang di ikuti rizqi sampai kini sangat banyak di kenal mahasiswa-mahasiswa di Uin Sunan Gunung Djati Bandung , dan mendapat penghargaan karna telah menjadi ketua  umum yang berhasil membawa anggotanya untuk mengeksistansikan nama organisasi daerah tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia