x
BREAKING NEWS

Rabu, 26 Desember 2018

Komunikasi Lintas Budaya (Memahami Teks Komunikasi, Media, Agama, dan Kebudayaan Indonesia)

Keragaman budaya atau dalam istilah lain disebut multicultural, adalah sebauh kepastian komunitas manusia penghuni bumi. Keragaman budaya adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok suku bangsa, masyarakat ini juga terdiri atas berbagai kebudayaan daerah yang bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok suku bangsa yang ada di daerah tersebut. Keragaman budaya menandakan adanya dinamika kemanusiaan yang stabil dan saling melengkapi kehidupan sehingga interaksi antarmanusia yang berbeda menjadi satu warna atau harmonis. Budaya tidak lahir dari kearifan semata. Ritme kemajuan komunikasi turut serta membangun budaya baru, konsumerisme, pop-culture, budaya massa, budaya media dan masyarakat, hingga terbentuknya masyarakat multisosial.

Buku ini cukup lengkap pembahasannya dari mulai pada bab pertama membahas 'Mengenal Keragaman Budaya" ini membahas apa yang membuat masyarakat menjadi beragama terutama dalam hal komuikasi. Dari mulai mengkaji kearifan lokal sampai mengkaji komuditas sosial yang modern. Pada bab selanjutnya membahas "Budaya Komunitarianisme" tujuannya ialah untuk membangun pandangan dalam memahami identitas kesejahteraan manusia, baik secara ekonomi maupun budaya. Kondisi ini mempermudah untuk menumbukan ide Societas dan meredakan komunalitas. Kemudian di bab berikutnya membahas "Interpretasi Budaya" ini bertujuan agar kita dapat memberikan makna terhadap budaya, selain analisis intrinsiknya (Akstansial/struktur) kemudian dihubungkan kan dengan kerangka kesejahteraan (intertekstualitas) juda menganalisis kerangka sosialnya (ekstrinsik/fungsional). Lalu pada bab ke-4 ini membahas "Masyarakat Budaya Media"  disini kita bisa memahami bahwa tantangan komunikasi modern bisa bergantung pada media, sehingga pada praktiknya masyarkat tidak perlu bertatap muka langsung dan ini menjadi persoalan karena komunikasi efektif dan afektif menjadi hilang dan nilai silaturahmipun menjadi berkurang.

Pada bab ke-5 membahas tentang "Dinamika Masyarakat Budaya" ini bertujuan agar pembaca mengetahui bahwa budaya terus mengalami perkembangan dan berevolusi terlebih propaganda budaya yang tidak hanya dibawa oleh manusia melainkan pula oleh media massa. Adanya difusi kebudayaan akulturasi dan asimilasi sehingga terbentuklah budaya baru yang menyesuaikan terhadap kehidupan modern.  Selanjutnya di bab ke-6 " Budaya dan Isu Gender" ini bertujuan agar bisa memahami apa yang bisa disetarakan antara gender dan hal-hal yang menyangkut emansipasi perempuan serta perempuan sebagai identitas suatu budaya. Pada bab selanjutnya yakni bab-7 Menjelaskan "Bahasa Budaya" ini menjelaskan bagaimana ber-Retorika, Seni dalam Komunikasi dan Komunikasi persuasi. Dan di bab terakhir yakni bab-8 yakni sesuai dengan judul buku itu sendiri yakni "Interaksi Lintas Budaya"menjelaskan tentang kearifan budaya dimana bgaimana memaknai embrio kelahiran jati diri. Memahami isu interaksi lintas budaya dan agama, seprti yang kita ketahui bahwa perbincangan tentang agama dan budaya selalu menjadi topik yang begitu boominng apalagi ketika ada kesalahan didalamnya dan terakhir membahas studi agama dan budaya di Indonesia.

Komunikasi lintas budaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda, baik dalam bentuk rasial, etnis, entitas budaya, maupun kelas-kelas sosial, seperti ekonomi, gender, dan politik. Kajian yang secara khusus membincang persoalan pembeda tersebut adalah interrelation culture. Komunikasi lintas budaya juga dinamika sebagai kajian kolaboratif yang menggabungkan semua unsure perbedaan menjadi satu kesatuan. Komunikasi dalam kajian kebudayaan merupakan satu penyegaran gagasan yang kemudian disebut sebagai "retasan jalan baru" atas penerjemahan budaya, yang kerapkali didominasi oleh antropologi dan sosiologi. Buku ini menawarkan sudut pandang berbeda mengenai budaya. Koridor komunikasi begitu dominan, multiperspektif, dan mengarus zaman.

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia