x
BREAKING NEWS

Jumat, 21 Desember 2018

Kami bukan teroris, kami cinta damai

Nama : Devi Rachmawati
NIM : 1174020036

Islam adalah agama yang damai, Islam yang berasal dari kata salam yang artinya damai yaitu Rahmatan lil alamin.Betapa indahnya islam, mengajarkan kedamaian, toleran, berbagi, tolong menolong dan masih banyak lagi. Bukan teroris sebutan yang pantas untuk agama islam yang dibaluti dengan damai. Bahkan dalam agama islam jika terdapat sesuatu yang tak dapat diselesaikan dengan mudah, mereka mengambil cara untuk bermusyawarah. Islam juga agama yang toleran, yang dimaksud dalam toleran disini yaitu tidak memaksa atau memberi kebebasan untuk berpendapat dan memberikan hak yang benar memang hak pada nya. Sangat miris untuk di dengar. Islam yang seharusnya dikenal dengan agama yang damai, kini kata damai itu telah dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Jangan tuduh agamaku sebagai teroris, agamaku cinta damai, tidak ada satu agama pun yang membenarkan dan mengajarkan umatnya untuk melakukan teror dan kekerasan.Beberapa orang yang tidak menyukai agama islam terus berusaha untuk menjatuhkan agama islam. Salah satunya adalah pandangan mereka terhadap wanita yang memakai cadar maupun laki-laki yang berjenggot. Mereka bukan teroris, mereka hanya menjalankan sunnah. jadi, mereka tak pantas untuk disebut teroris.

Ada beberapa oknum yang tidak ingin agama islam dipandang agama yang damai, hingga mereka melakukan apa saja agar agama islam terlihat agama yang teroris. Seperti menyamar menggunakan pakaian-pakaian umat muslim dan kebiasaan-kebiasaan umat muslim untuk mengelabuhi sasaran, agar orang-orang percaya bahwa muslim itu adalah teroris. Cara seperti ini memang dapat membuat masyarakat dengan mudah percaya dan terhasut. Betapa kejamnya mereka. Mereka dengan mudahnya memfitnah kaum muslim sebagai teroris dengan cara licik seperti itu. Menjatuhkan agama islam dengan seenaknya. Mereka tidak pernah berfikir bagaimana rasanya sakit hatinya kaum muslim.
Memang beberapa waktu ini terdapat oknum islam sendiri yang kurang faham dalam memahami islam. Mereka mengira bahwa jihad itu hanya berperang saja, padahal tidak. Jihad sendiri memang sangat identik dengan peperangan, namun di era seperti ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan tindakan seperti itu. Sehingga, atas tingkah oknum tersebut, kalangan lainpun menuding islam sebagai teroris. Biasanya pemahaman bagi sebagian kecil kalangan umat islam bahwa jihad itu hanya berperang dan mengorbankan dirinya untuk memerangi semua non-islam. tak hanya itu saja, beberapa waktu yang lalu terdapat kabar ada beberapa bom bunuh diri. Inilah sebab dan akibat dari miskinnya pengetahuan, dapat merugikan diri sendiri juga orang lain.

Kita sebagai penerus bangsa dan agama seharusnya dapat menjadikan bangsa dan agama lebih baik. Pengetahuan tidak hanya didapat dari sekolah saja, kita hidup di zaman milenial, yang dimana semuanya serba canggih. Yang terpenting kita dapat memfilter semuanya dengan baik.Maka dari itu kita harus menjadi penerus yang dapat menjadikan bangsa dan agama ini menjadi lebih baik.

Beberapa waktu yang lalu dapat kita saksikan bersama sebuah kejadian yang telah terjadi yang dapat dengan mudah menghancurkan kedamaian, seperti pembakaran bendera tauhid yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Hanya karna beberapa manusia tak bertanggung jawab dapat menimbulkan keresahan dihati masyarakat, dapat membuat masyarakat menjadi geram.

Kita tau bahwa dalam islam harus menanamkan diri dengan sifat husnuzhon, akan tetapi kita tidak boleh dibodohi oleh orang-orang yang akan menghancurkan bangsa dan agama kita. Kita harus dapat membedakan yang benar dan yang salah. Jangan sampai kita membenarkan apa yang salah, dan menyalahkan apa yang benar. Kita harus berhati-hati dalam segala sesuatu. Karna di zaman sekarang ini banyak yang menggunakan berbagai cara untuk melakukan kejahatan dan terorisme dengan cara berpura-pura baik agar dapat mengelabuhi masyarakat. Dimana letak kebenaran yang sesungguhnya, jika kebohongan tersebar dimana-mana. Dimana letak keadilan yang sesungguhnya, jika kecurangan berada dimana-mana.

Marilah kita bangun islam dengan keimanan dan ketakwaan dengan kokoh, hingga mereka manusia manusia tak bertanggung jawab tak bisa meruntuhkan agama islam dengan cara cara liciknya. Agar kami bisa hidup dengan tentram dan damai. Jangan sampai mereka membuat perpecahan kedamaian dalam islam. Bukan waktunya lagi bagi para menerus islam untuk bersantai, berleha-leha, menghabiskan waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Bangunlah wahai penerus agama! Sadarlah! Bahwa kita sekarang ini sedang dijajah, bukan fisik kita yang dijajah. Tapi fikiran,akhlak,bahkan keimanan kita yang sedang dijajah. Kita adalah sang penerus dan pejuang. Bagaimana kedepannya jika fikiran, akhlak, bahkan keimanan kita dapat dijajah hanya dengan beberapa hal kecil.

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia