x
BREAKING NEWS

Rabu, 19 Desember 2018

Jangan Turup Kata Bijakmu dengan Kata Kritikmu

Kebebasan berpendapat memang sudah menjadi hal lumrah yang dilakukan
oleh masyarakat Indonesia. Namun, harus tetap berpegang teguh pada
prinsip-prinsip demokrasi Pancasila agar segala bentuk proses
penyampaian pendapat dapat dipertanggung jawabkan baik secara moral
maupun hukum. Apalagi berbicara, berpendapat atau mengomentari suatu
hal di media sosial. Karena media sosial merupakan media online dimana
penggunanya bisa dengan mudah untuk berpartisipasi dan berbagi apapun
(Free Speach).

Terkadang manusia tidak memikirkan terlebih dahulu dampak yang mungkin
ditimbulkan dari pendapat yang dilontarkannya. Bisa saja pendapat yang
dilontarkan justru akan merugikan dirinya sendiri maupun orang lain.
Oleh karena itu perlu dilakukan kajian dan analisis yang mendalam
untuk meminimalisir terjadinya konflik sebelum berpendapat.

Mulut sebagai media untuk mengartikulasikan segala bentuk sesuatu yang
ada di dalam pikiran dan hati. Maka perkataan yang keluar dari mulut
ini harus bisa kita kendalikan. Jika tidak, perkataan itu bisa menjadi
"galak" seperti harimau yang siap menerkam balik kita. Pengendalian
mulut agar bisa menyaring perkataan yang keluar mungkin saja tidak
cukup dengan usaha sendiri melainkan dengan berdoa dan berdzikir.
Karena doa adalah perlawanan yang paling tepat terhadap perkataan yang
kotor dan jahat.

Tidak hanya berbicara atau berpendapat secara langsung yang bisa
menjadi boomerang untuk kita jika kita tak bisa mengontrol perkataan
yang keluar dari mulut. Ketikan jari jemari di media sosial juga perlu
diperhatikan. Hukum yang berlaku di Indonesia bagi penggunaan media
sosial adalah tindak pidana penghinaan atau pencemaran nama baik yang
tercantum dalam undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik
(Pasal 27 ayat 3) merupakan delik aduan bukan lagi masuk dalam delik
umum. Sehingga orang yang merasa dirugikan dapat langsung melaporkan
diri.

Sebenarnya masyarakat Indonesia ataupun nitizen Indoneaia sudah bisa
menyampaikan pendapatnya dengan bijak namun kebanyakannya merupakan
tipe manusia yang memiliki pemikiran kritis. Jadi kata-kata bijaknya
sering tertutup dengan kata-kata kritik mereka sendiri.

Dhea Rijki Kusmawati

Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Jln Soreang-Cipatik kp. Badaraksa no.29, No.Hp: 089656848520 , e-mail:
dhearyzki@gmail.com

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia