x
BREAKING NEWS

Minggu, 23 Desember 2018

Jangan Salah Kiprah, Apalagi Salah Kaprah

Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Begitulah bencana alam selalu menjadi momok menakutkan bagi setiap insan di dunia. Murka alam seakan saling bersautan tanpa berjeda lama setiap tahunnya.

Bentuk wilayah yang menyerupai tapal kuda dan membentang sepanjang 25.000 mil, mulai dari Selandia Baru, Indonesia, Filipina, dan Jepang. Kemudian melintasi kepulauan Aleutian dan menyusuri wilayah pesisir Alaska, Kanada, pantai barat Amerika Serikat, hingga ujung Amerika Selatan. Sehingga masuk ke dalam zona ring of fire (cincin api) dan berpotensi terjadinya gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi.

Manusia boleh berduka atas fenomena alam yang menimpa negeri tercintanya. Atas kejadian luar biasa yang banyak memakan korban dan mampu meluluhlantakkan peradaban negeri. Tapi, lihat di balik peristiwa yang telah terjadi, tersimpan hikmah yang amat luar biasa menakjubkan.

Akibat letusan gunung berapi mampu menggaet sumber ekonomi jauh lebih tinggi daripada sebelumnya. Suburnya tanah dapat dijadikan sebagai lahan bercocok tanam dan tersedianya barang tambang yang melimpah. Dampak positif dari bencana gempa bumi , yakni semakin banyak tercipta alat pendeteksi gempa, berguna untuk masyarakat agar bisa menanggulanginya sejak dini. Begitu pun tsunami dapat membuat hati manusia terbuka lebar, bahwa pada dasarnya mereka adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan.

Maka dari itu, jangan salah kiprah, apalagi salah kaprah. Sudah seharusnya bencana alam tidak lagi menjadi mimpi buruk dan terus-menerus menyalahi Sang Pencipta, justru mampu meningkatkan rasa kepedulian manusia terhadap alam. Tidak lagi merusaknya, tapi menjaganya. Terlebih selama ini alam telah sudi menjadi fasilitator bagi manusia dalam mempertahankan  hidupnya.

Opini: Nabila Hekar Safitri 3/C

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia