x
BREAKING NEWS

Minggu, 23 Desember 2018

Jakarta Butuh Pengolahan Sampah dengan Teknologi Hidrotermal

Jakarta adalah kota metropolitan yang banyak dihuni oleh para pendatang. Akhirnya menyebabkan terjadinya masalah kepadatan penduduk. Hal ini terbukti, berdasarkan data Biro Tata Pemerintahan mencatat bahwa tahun 2017 sekitar 70.700 orang pendatang baru yang datang ke Jakarta dan akan terus bertambah dua persen setiap tahunnya. Dengan begitu,  muncul polemik baru yakni jumlah sampah yang tentunya juga akan ikut meningkat.

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Bantargebang, Bekasi yang menjadi tempat pembuangan akhir sampah masyarakat Jakarta sudah terlihat seperti pegunungan sampah yang menimbulkan aroma tidak sedap. Sampah pun telah memenuhi setiap aliran sungai dan membuat air sungai tercemar. Sampah yang dibuang ke sungai bukan hanya berasal dari plastik, makanan, popok bayi, dan logam, tetapi benda-benda yang tak lazim, seperti kayu, sofa, dan kasur.

Hal tersebut diperparah dengan manajemen pemilahan sampah ibukota yang buruk. Akibatnya sulit menemukan solusi yang efektif dan ramah lingkungan untuk mengatasi masalah sampah di Kota Jakarta.

Berkenaan dengan manajemen pemilahan sampah, Jakarta seharusnya dapat belajar dari Kota Tangerang. Summarecon Serpong telah memiliki fasilitas pengolahan sampah yang ramah lingkungan sebagai implementasi teknologi hidrotermal pertama di Indonesia untuk skala komersial. Teknologi hidrotermal dalam konteks reduce, reuce, dan recycle ini sangat cocok digunakan di Jakarta dengan kondisi sampah organik dan non-organik yang tercampur. Dalam prosesnya, teknologi ini memanfaatkan suhu dan tekanan tinggi. Sehingga senyawa sampah terurai menjadi unsur-unsur yang lebih kecil, berbentuk lumpur material biomass, dan tidak menimbulkan bau busuk. Tetapi, cenderung berbau aroma kopi.  Hasil olahan teknologi hidrotermal dapat berupa bahan bakar pembangkit listrik, pupuk, bahan makanan ternak, dan paving atau corn block.

Adapun kiat sukses dalam mengatasi sampah di Jakarta yaitu melakukan kolaborasi antara masyarakat dengan pemerintah. Masyarakat harus mau membenahi diri untuk tidak membuang sampah sembarangan dan membuangnya ke tempat sampah sesuai dengan kriteria sampah organik atau non-organik, mengurangi penggunaan kemasan plastik, dan mendaur ulang kembali sampah-sampah secara alami. Pemerintah juga sebaiknya segera menciptakan alat pengolahan sampah  berteknologi hidrotermal yang efektif dan ramah lingkungan. Dengan demikian masalah sampah di Jakarta mudah untuk diatasi.

Opini: Nabila Hekar Safitri 3/C

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia