x
BREAKING NEWS

Kamis, 27 Desember 2018

HIDUP DI NEGERI RAWAN BENCANA

HIDUP DI NEGERI RAWAN BENCANA

Indonesia adalah negara yang subur dan kaya secara hayati. Berbagai keanekaragaman makhluk hidup yang ada di Indonesia hidup dengan sejahtera. Flora fauna pun tumbuh dan berkembang biak dengan senang. tanah yang subur membuat pepohonan menjadi hutan yang lebat sehingga dijuluki "Jantung Dunia".

Akan tetapi, penyebab semua hal tersebut, tidak lain yaitu Indonesia termasuk negara yang berada di kawasan "Cincin Api" atau "Ring of Fire". Mengapa demikian? Karena banyak dikelilingi oleh gunung berapi yang bersemayam di Negeri Khatulistiwa ini. Letusannya membuat asap vulkanik tebal yang sering disebut "Wedus Gembel". Hal itu yang membuat tanah subur dan tumbuhan semakin melimpah. Akan tetapi dibalik itu, terdapat ancaman bahaya bagi masyarakat disekitarnya. Karena, saat  gunung berapi aktif, gempapun ikut aktif. Hal itulah yang menjadi bencana bagi masyarakat Indonesia karena bisa memusnahkan pemukiman sekitarnya. Lalu, bagaimana kita bisa bertahan hidup di negeri Ring of Fire ini?

Baru saja kita ketahui bahwa, kota Palu dan Donggala telah mengalami bencana gempa yang besar. Dengan gempa berskala 7,7 SR menimbulkan Tsunami yang meneghancurkan bangunan-bangunan dan beberapa orang meninggal dan luka-luka yang cukup parah. Beberapa orang telah di selamatkan dan dievakuasi oleh pihak yang berwenang. Dengan informasi tersebut, membuat kita semakin waspada akan adanya bencana yang akan datang. Entah kapan datangnya, tetap kita harus siap dalam menghadapi hal tersebut, baik suka maupun duka.

Banyak cara agar kita selalu siap dalam menghadapi bencana seperti gempa tersebut. Salah satunya rumah panggung. Rumah tradisional dari Aceh sampai papua di desain sedemikian rupa aman terhadap gempa. Itu sebabnya rumah rumah tradisonal Indonesia tetap berdiri kokoh selama bertahun-tahun dikarenakan rumah yang berbentuk seperti panggung itu sangat kuat dan anti gempa. Contohnya rumah tradisional nias yang tiang tiang rumah panggungnya tidak ditanam langsung kedalam tanah, akan tetapi di tumpukkan di atas batu sehingga bersifat dinamis terhadap gaya geser gempa.

Adapun cara lainnya yaitu mengevakuasi warga setelah gempa datang. Karena ketika gempa datang disekitar pemukiman yang dekat dengan laut, pasti akan terjadi Tsunami, seperti perkataan masyarakat Aceh "Nga linon fesang smong" yang artinya "setelah gempa akan datang ombak besar". Oleh karena itu, mengevakuasi warga pasca gempa adalah cara yang efektif.

Bagaimanapu juga, kita harus bersyukur telah hidup di negeri ini. Bencana yang datang, adalah pelajaran bagi kita bahwa kita harus tetap siap siaga atas apa yang akan datang nanti. Karena kita tak tahu kapan datangnya bencana tersebut. Dibalik bencana tersebut, kita akan mengerti apa itu rasa Kemanusiaan dan kepedulian kepada sesama. Karena masih banyak diantara kita yang buta akan kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu, mulailah kita peduli terhadap saudara kita yang terkena bencana dan berdoalah yang terbaik untuk mereka. Karena kitalah satu satunya harapan bagi mereka.



Nafrah Galang Madani

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia