x
BREAKING NEWS

Selasa, 18 Desember 2018

Hidup Damai Bersama Sunnah Nabi ﷺ

Identitas Buku,

a.) Judul buku    : Fattabiuni Ikuti Sunnahku Gaul Cara Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam
b.) Penulis        : Muhammad bin Abdurrahman (Ulama Saudi Arabia)
c.) Penerbit        : Noura Books (PT Mizan Publika)
d.) Tahun terbit : Cetakan I, Februari 2017
e.) Jumlah halaman: 194 halaman
f.) Jenis buku : Islam Populer
g.) Harga buku : Rp. 58.000,00,-

Buku ini dimulai dengan sunnah mengucapkan salam, cara berkomunikasi Rasulullah, cara bergaul Rasulullah, kewajiban menepati janji, sikap menangani sanjungan dan kecaman, menutupi aib, menjenguk orang sakit, amar ma'ruf nahi mungkar, malu yang tercela, cara pengajaran Rasulullah, menghadapi sihir, wakaf dan menanam pohon.

Penulis menyajikan bacaannya itu sangat unik dan membuat pembacanya tidak akan bosan dan semangat membaca, karena dibuat menarik dan berwarna. Kemudian penjelasan-penjelasan tentang nilai agama yang begitu sederhana dan dapat dicerna dengan baik.

Pelajaran dari berinisiatif mengucap salam kepada saudara kita itu ternyata sangat bermanfaat bagi kehidupan kita, disisi lain kita mendapat pahala dan membuat orang lain merasa nyaman dengan kehadiran kita selepas mengucap salam tersebut. Bahkan Rasulullah itu kepada siapapun selalu mengucapkan salam hingga anak kecil. Maka indahnya jika selalu menebarkan salam kepada sesama kaum muslimin. Dan jika ada salah seorang non muslim mengucap salam kepada kita, layaknya kita menjawab waalaikum saja.

Belajar cara berkomunikasi ala Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam yang mana cara komunikasi beliaulah yang paling elok dan enak didengar. Keharusan kita dalam melakukan komunikasi adalah mengeluarkan yang baik-baik dan bermanfaat, tidak boleh mengeluarkan kata-kata yang jelek, menggerutu, mengeluh dan lainnya. Sebaiknya kita memikirkan terlebih dahulu sebelum berucap.

Nabi shalallahu alaihi wa sallam menaruh perhatian yang sangat tinggi kepada para pemuda karena di pundak para pemuda lah agama ini berdiri. Seperti para sahabat Nabi (Mush'ab bin Umair r.a , Ibnu Abbas r.a, Muadz bin Jabal dan Usamah bin Zaid) mereka diberi tugas yang selayaknya oleh orang dewasa dikerjakan, namun beliau memberikannya kepada para pemuda untuk menyelesaikan tugasnya karena pemuda adalah tiang umat dan kebangkitan masa depan.

Cara bergurau Nabi shalallahu alaihi wa sallam ternyata salah satu Sunnah, karena beliau juga selalu bergurau kepada para sahabatnya, dengan catatan gurauannya itu tanpa berbohong, tanpa berolok-olok, tanpa menggunjing dan tanpa mencemooh. Hendaknya kita memperhatikan dengan siapa kita bercanda, dan juga waktu yang tepat.

Berdasarkan isi buku, Saya terbelalak takjub ketika membuka buku ini, saya pikir isinya akan banyak tulisan dan huruf arab ternyata isinya sangat menarik, font yang unik, ilustrasi dan kertas full colour didominasi warna kuning, hijau dan toska membuat buku religi ini semangat untuk dibaca.

Ternyata ada beberapa hal sederhana yang baru saya tahu dalam buku ini, misalnya menjawab salam itu pahalanya banyak, menjenguk orang sakit, menutupi aib, Rosul pernah 3 hari duduk di tempat yang sama untuk menunggu guna menepati janji, doa yang diucapkan untuk menangkal sihir yaitu Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas serta Ayat Kursi yang mudah diamalkan setiap hari.

Ternyata orang yang pertama kali mencontohkan cagar alam adalah Rasulullah karena Rasulullah menanam lebih dari 200 pohon kurma, maka dari itu kita juga harus semangat menanam pohon karena kita yang merawat bumi dan Tuhan yang menumbuhkan pohonnya untuk generasi yang lebih baik. 

Dalam hal menepati janji Rasulullah juga memberikan contoh terbaik, karena janji itu bisa menjerumuskan kepada kemunafikan jika kita mengingkarinya. Rasulullah pula ketika punya janji dengan kaum musyrikin beliau selalu menepatinya dengan tepat waktu.

Menutup aib orang lain adalah salah satu akhlak mulia, nilai luhur, dan sifat baik. Jika seseorang mempunyai sifat seperti itu maka akan dekat dengan Allah subhanahu wa ta'ala. Maka kewajiban sesama muslim itu adalah saling menutupi aib masing-masing, sesuai apa yang di katakana oleh Rasul : "siapa yang menutupi aib seorang muslim di dunia, niscaya Allah menutupi aibnya para Hari kiamat."

Menjenguk orang sakit merupakan kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya, karena disana terdapat kemuliaan salah satunya adalah jika seseorang menjenguk saudaranya yang sedang sakit maka seolah-olah dia sedang mengunjungi Allah, karena disisi orang yang sakit itu ada Allah. Dia dekat dengannya. Kapankah malaikat dengan jumlah sebesar tujuh puluh ribu itu memohonkan ampunan bagi kita serta menyebut kita dengan kasih sayang, ketika kita menjenguk saudara kita. Jika seorang yang sedang sakit itu di jenguk oleh saudaranya maka akan merasa terhibur akan kedatangannya. Banyak pahala yang akan di dapat jika kita menyempatkan untuk menjenguk saudara kita yang sedang sakit.

Buku yang sangat menginspiratif untuk menyadarkan kita bahwa pentingnya mengamalkan Sunnah Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam yang jika di perhatikan dalam kehidupan sehari-hari itu banyak manfaatnya bagi kehidupan. Jika kesempatan itu bisa dilaksanakan akan mampu menambah pundi-pundi pahala untuk akhirat kelak agar kita meraih Surga-Nya Allah subhanahu wa taala. Maka selagi kita diberi kesempatan oleh Allah masih bisa berjalan, melihat, berbicara, mendengar kita manfaatkan nikmat yang Allah beri untuk memaksimalkan ibadah bukan hanya yang wajibnya saja tapi dibarengi dengan ibadah-ibadah Sunnah yang mampu dilaksanakan.

Afrizal Fauzan Muttaqin KPI 3 A

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia