x
BREAKING NEWS

Kamis, 27 Desember 2018

Feature Tokoh_Kegundahan Membawa Kebahagiaan

oleh : Wulan Novita Sari

Kegundahan memilih antara perlombaan MFQ dan sidang kampus memang sulit. Hal inilah yang pernah dialami mahasiswi UIN SGD Bandung lulusan Coumlaude Ilmu AlQuran dan Tafsir tahun 2018 yaitu Nina Nuraina Mawaddah. Yang akrab dipanggil "Teh Nina" Perempuan kelahiran Sukabumi, 15 April 1996 ini merupakan anak kedua dari tiga bersaudara ini sering menjuarai berbagai perlombaan. Dan prestasi yang pernah diraihnya yaitu Juara I Pidato Bahasa Indonesia, Porseni SeKKM Jampang tengah, juara iii MFQ sekabuapaten bandung, LLC "Olimpiade PAI Se Sekabumi, Juara 1 Syartil Quran sekab, Lulusan Cumlaude, Ilmu Alquran dan Tafsir tahun 2018      

Banyak pencapaian yang didapat secara akademis. Allah memberikan hadiah yang luar biasa untuknya yakni dengan mengganti apa yang beliau inginkan. Pada bulan mei, beliau punya rencana untuk lulus, namun apa daya hari itu ketika beliau sedang focus dengan sebuah  perlombaan MFQ( Musabaqah Fahmil Quran) di sukabumi dihari yang sama ada sidang wisuda kampus. Dengan berat hati teh Nina kembali kebandung lagi. Sampai pulang pergi sukabumi-bandung. Namun keihlasan teh nina dibayar lunas oleh Allah. Meskipun teh Nina belum dapat juara dalam MfQ. Allah menggantinya dengan menjadikannya lulusan terbaik jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir fakultas Ushuluddin dengan nilai 3,81. Hal tersebut merupakan sesuatu yang tak terduga pastinya.

Harapan dari  Teh Nina yakni mengembangkan potensi daerah sendiri dan keridhaan Allah merupakan hal yang penting yakni mendirikan sebuah pesantren,  membentuk dan membangun tempat pendidikan yang baik dan benar. Buat apa perempuan sekolah tinggi-tinggi. Toh ujungnya juga perempuan akan melakaukan kegiatan di dapur. Namun jangan salah !

Kita harus tahu semboyan "bahwa perempuan cerdas bukan untuk melampui batas serta laki-laki cerdas bukan untuk menindas" banyaknya budaya patriarki di daerah kita.  Perempuan dibawah kekuasaan laki-laki. Jangan gunakan paham tersebut untuk membatasi ruang gerak perempuan. Dengan catatan kita sebagai perempuan buatlah diri sendiri menjadi anak-anak yang. Perempuan itu tiangnya negara, karena dari lingkup terkecil ibu itu mempunyai peran penting dirumah. Kita sekolah tinggi-tinggi, kuliah, belajar rajin bukan untuk apa-apa.

Pesan untuk mahasiswa-mahasiwa yaitu janganlah mempersempit pandanganmu. Gunakanlah dan ambilah hal-hal baik dinegeri orang. Misalnya sosmed, yang diibaratkan sebagai mata pisau. Jikalau kita kudet sosmed akan mengahantam kita kepada kefanatikan berlebihan. Memandang segala sesuatu sebatas yang kita yang tahu.  Jadikan segala yang kita milki itu bermanfaat dan bernilai ibadah. Sesuai pak haji yang mengatakan. "Al-Hayatu kulla ibadah". Selelah apapun, ada saat kita malas its okay wajar. Namun jangan sampai lupa kepada Allah. Bermimpilah setinggi langit. Kalau jika kita jatuh tidak akan terlalu sakit. Karena kita jatuh diantara bintang-bintang. Intinya janganlah takut bermimpi. Apalagi bagi kalian kaum muda. Ukirlah mimpimu setinggi langit.
      


Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia