x
BREAKING NEWS

Selasa, 18 Desember 2018

essay_anita dewi_1174020020

Menyeimbangkan Ilmu Agama dan Ilmu Pengetahuan Pengaruhi Peradaban

Oleh :

Anita Dewi

Mahasiswa Universitas Islam Negri Sunan Gunung Djati Bandung

 

Ilmu sebagai cahaya penerangan hidup kita tentu sangat penting untuk dipelajari, apalagi ilmu agama yang sudah jelas-jelas sebagai bekal kita di kehidupan selanjutnya. Di negara kita dengan mayoritas muslim yang tinggi tentunya seseorang seharusnya banyak memahami ilmu agama bukan hanya mengandalkan materi saja. Di zaman 4.0 ini justru sangat minim sekali anak-anak yang mempelajari ilmu agama seolah-olah itu tidak penting dan ilmu agama diperuntukkan kepada orang tua saja, padahal sebagai generasi selanjutnya kita harus cerdas dan dapat memahami ilmu Agama bukan hanya bermain sosial media, membuat hal-hal konyol agar di tonton para netizen dengan pemikirannya yang tidak berkualitas dan memviralkan hal konyol tersebut.

Padahal jika kita bisa memanfaatkan sosial media, kita bisa berdakwah dengan media yang banyak dikunjungi warga netizen tersebut. sebenarnya sudah banyak video-video seorang ustad yang diangkat di media sosial, tetapi masih sangat kurang peminat atau video tersebut hanya ditonton saja setelah itu tidak diterapkan dikehidupan sehari-harinya. Tinggal kita mencari cara bagaimana mengemas video dengan sekreatif mungkin supaya video dakwah itu tidak hanya orang-orang tonton saja tetapi juga harus bisa menerapkannya terutama remaja sekarang yang masih buta dengan ilmu agama. Kita harus bisa merubah pola pikirnya yang hanya sekedar mengetahui saja larangan Tuhan tetapi tetap dilakukan perbuatan.

Sama halnya dengan ilmu agama, ilmu pengetahuan pun sama pentingnya. Di zaman yang semakin canggih tentunya kita juga harus tingkatkan kecerdasan kita, tidak semuanya kita andalkan teknologi, tidak hanya kita terbodohi dengan kecanggihannya lalu membuat kita malas untuk berfikir, malas untuk mengerjakan sesuatu.

Pengetahuan dapat kita cari di berbagai hal, belajar dengan giat dalam tahap sekolah kita harus memanfaatkan fasilitas dengan baik  banyak bersosialisasi dengan baik karena dalam tahap ini kita jadikan batu loncatan untuk masa depan sukses contohnya saja kalau kita dari sejak sekolah sudah dibiasakan belajar, membaca buku, mengerjakan tugas dengan tepat waktu, disiplin, mempunyai target, bahkan sampai bisa aktif di organisasi. Seseorang akan terbiasa dengan hal tersebut dan tidak mudah mengeluh tentunya ketika mulai merasa lelah karena seseorang tersebut mempunyai target yang dicapai. Adapun poin selanjutnya ilmu pengetahuan bisa kita dapat dengan cara banyak bersosialisasi, cara ini mungkin sangat mudah dan bisa kita dapatkan dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Bersosialisasi membuat kita mudah untuk bertukar ilmu, tentunya di sini kita bisa mengambil ilmu siapapun dan diterapkan kembali oleh kita. Masih lagi cara kita mendapatkan ilmu pengetahuan hanya saja kita yang terlalu malas untuk berusaha dan terlalu manja dengan teknologi yang canggih.

Jika kita ketahui orang yang berilmu itu banyak sekali manfaatnya, tentunya menghindari dari kebodohoan, kebodohan itu membosankan karena tidak bisa memunuculkan ide-ide baru dan kebodohan itu penghalang terbesar untuk kita sukses. Orang berilmu akan senantiasa memiliki kebahagiaan, ketentraman, kedamaian. Percayalah orang yang berilmu dengan mudahnya mendapat posisi entah itu dalam ranah pekerjaan, organisasi dan kehidupan di masyarakat.

Pada intinya ilmu itu mampu menembus yang samar, menemukan sesuatu yang hilang, dan menyingkap yang tersembunyi. Hingga memunculkan cahaya untuk melangkah digelapnya dunia.

Terkadang hal yang sulit dilakukan adalah menyeimbangkan kedua pilihan, sifat manusia yang amat sangat serakah dapat membutakan kehidupannya. Terlebih jika sudah di kuasa dengan nafsu duniawi, itu adalah penyakit jiwa yang dapat merusak segalanya, jika sudah seperti itu akan muncul sifat-sifat buruk seperti sombong, yang di dalam fikirannya hanya saja soal materi. Maka dari itu kita harus bisa menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan dan agama.

Bahkan Allah SWT mengajurkan manusia untuk mempelajari ilmu pengetahuan, terdapat dalam QS  mujadalah ayat 11 yang artinya " Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaranmu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat "  apa yang dimaksud dari ayat tersebut adalah bahwa kita pun tidak saja hanya terfokus pada ilmu agama, dengan kita mempelajari ilmu pengetahuan agar kita bisa mengembangkan ilmu agama dengan baik dikalangan masyarakat, bagaimana kita bisa mengembangkan ilmu agama ini di zaman yang buta pengetahuan agama. Ketika ilmu agama dan ilmu pengetahuan sudah dapat diseimbangkan maka kehidupan kita akan terarah oleh luasnya pengetahuan dan disinarkan oleh ilmu agama. Jika sudah seperti itu seseorang telah mencapai ujungnya kebahagiaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia