x
BREAKING NEWS

Jumat, 21 Desember 2018

Esai: Muslim Moderat Solusi untuk Peradaban Islam dan Bangsa

Muslim Moderat Solusi untuk Peradaban Islam dan Bangsa
Melihat kemajauan peradaban islam dahulu tak bisa hanya dijadikan sebagai sepenggal sejarah, yang hanya di baca di bangku-bangku Pendidikan. Kita melihat kemajuan peradaban dalam berbagai aspek kehidupan tidak hanya di rasakan oleh Islam, tapi semua manusia yang ada pada masa itu. Apabila ditelusuri apa yang menjadi factor kemajuan dari masing-masing aspek kehidupan pada saat itu, yang kemudian dapat disebut sebagai "Peradaban Islam". Factor itu adalah bagaimana para pemimpim pada saat itu menerapkan ajaran Islam yang tidak hanya pada pemerintahan saja, tapi bagaimana seluruh ajarah yang ada dalam Islam itu diterapkan kepada dan oleh umatnya.
Dimana ajaran Islam itu sendiri tidak hanya mengatur urusan umat islam, tapi juga seluruh manusia, dalam artian bagaimana ajaran islam mengatur antara Islam dan non Islam dalam  berbagai aspek kehidupan. bagaimana cara bersikap toleransi terhadap yang di luar Islam, baik dalam hal ibadah, muamalah, social, ekonomi, bahkan polik pemerintahan. Islam mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang adil, menjadi manusia yang terbaik tidak hanya di akhirat tapi  juga dunia, terutama bagi bangsanya yang ia tinggali.
Beberapa abad yang lalu kita melihat bagaimana kemajuan peradaban islam di berbagai negara, diantaranya di Baghdad, Spanyol, Turki dan lainnya Dimana pada saat itu mengalami kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan, baik dalam intelektual, ekonomi, social, sains, filsafat, seni, sastra, infrastruktur dll. Itu memperlihatkan bahwa ajarah islam yang dibawa oleh masing-masing bangsa pada saat itu sangat berpengaruh pada kemajuan peradan suatu Bangsa, dengan tanpa mengintimidasi rakyat di luar Islam.
Sehingga, bangsa pada saaat itu bisa dikatakan dengan "bangsa yang berperadaban", dimana arti dari peradaban itu sendiri, secara umum, yaitu "peradaban yaitu kumpulan sebuah identitas terluas dari seluruh hasil budi daya manusia mencakup seluruh aspek kehidupan manusia baik fisik (misalnya bagunan, jalan), maupun non-fisik (nilai-nilai, tatanan, seni budaya maupun iptek) yang terindentifikasi melalui unsur-unsur obyektif umum, seperti bahasa, sejarah, agama, kebiasaan, institusi, maupun melalui identifikasi diri yang subjektif. Istilah "peradaban" dalam bahasa inggris disebut civilization atau dalam bahasa asing lainnya peradaban sering disebut bescahaving (belanda) dan die zivilsation (jerman).
Dari pengertian peradaban yang telah diketahui, maka terbukti bahwa dengan ajaran Islam yang diterapkan dalam segala aspek kehidupan bisa meciptakan Kemajuan Peradaban suatu Bangsa. Karena dalam al-qur'an surat Al-Baqarah ayat 208 :
"wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam islam secara keseluruhan"
Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan kepada setiap umat islam untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhan, siapapun dia, diamanapun dia, apapun profesinya, dimanapu dia tinggal, di zaman manapun dia hidup, baik pribadi ataupun masyarakat, semua masuk ke dalam printah ini.  Sehingga ia bisa menjadi umat yang terbaik, umat yang adil di sekelilingnya.
Contoh lain yang patut kita teladani, yaitu Nabi Muhammad saw ketika beliau hijrah ke Madinah, beliau di percaya untuk menjadi pemimpin kota Madinah. Bukan hanya pemimpin untuk kaum muslim yang hijrah saja, tapi pemimpin bagi seluruh manusia yang ada di kota Madinah, kita ketahui disana terdapat berbagai suku yang terkenal saling bermusuhan sampai Rasul pun mampun mempersaudarakan antar suku tersebut. Namun, kenapa Nabi Muhammad bisa dipercayai sebagai pemimpin kota Madinah? Sosok nya yang sangat amanah, bijaksana, adil, akhlak mulia yang beliau terapkan dalam kehidupannya menjadikan umat disekelilingnya, bahkan non muslim menjadi percaya pada Rasulullah saw. sehingga di percayai menjadi pemimpin kota Madinah.
Dari peristiwa Rasulullah saw tersebut dapat dipahami bahwa segala yang ada pada diri beliau itu merupakan bagian dari ajaran Islam. Akhlaknya yang sangat mulia, adil bias kanan dan kiri, bijaksana dalam menentuka berbagai kebijakan pemerintahan bahkan hukuman dan amanah, menjadikannya sebagai manusia terbaik diantara penduduk Madinah saat itu. bahkan salah satu  istri dari Rasulullah saw. yaitu Aisyah ra. di dalam sebuah haditnya, menggambarkan bahwa akhlak Rasul itu seperti Al-Qur'an. Dimana Al-qur'an itu sendiri sebagai sumber ajaran umat Islam.
Jadi, dapat kita simpulkan bahwa ajaran Islam itu mencakup segala aspek kehidupan, Islam akan berdiri tegak dimanapun ajaran Islam itu diterapkan, bahkan di sebuah Bangsa yang heterogen pun ajaran Islam terbukti mampu berdiri tegak. Karena Islam mengajarkan umatnya untuk adil, bijaksana, amanah, toleransi dalam berbudaya bahkan beragama. Sehingga disebutlah sebagai ummatan wasathon (umat pertengahan). Allah swt. berfirman dalam Q.S Al-Baqarah: 143 "dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) "umat pertengahan" agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas perbuatan kamu".
Dalam ayat tersebut terdapat kata "wasahtan" yang banyak di artikan oleh para ulama juga para ahli tafsir di seluruh dunia. Menurut, Ar-roji dan Ath-thabari tengah-tengah, pertengahan, adil dan terbaik. Yusuf Qardhawi (1995)  mengatakan, karakteristik ajaran islam adalah al washatiyyah (moderat) atau tawazun ( seimbang). Juga menurut, Muchlis M. Hanafi bahwa al washatiyyah berasal dari kata wasath yang memiliki makna adil, baik, tengah dan seimbang. Sedangkan dalam bahasa Inggris kata Wasathiyyah sama dengan kata Moderate yang  berarti selalau menghindari diri dari perilaku ekstrim atau  sikap yang identic dengan mengambil jalan tengah.
Sehingga dari ayat tersebut ada beberapa yang perlu digaris bawahi, diantaranya kata "ummatan" Kata ummatan merujuk pada umat islam, bukan agama islam.  Karna agama islam sudah pasti  moderat (pertengahan), tidak prerlu dipredikasi dengan kata moderat yang perlu mendaji  moderat yaitu umat islam itu sendiri. Karna umat berbeda dengan agama, bisa jadi seorang umat tidak menjalankan agamanya dengan baik, sehingga ia tidak menerapkan agamanya sendiri dalam kehidupanndan bisa jadi umat dari agama yang lain justru seacara tidak sadar menjalankan nilai-nilai dari agama islam itu sendiri.
Oleh karena itu, Muhammad abduh salah satu tokoh pembaharu islam  dari mesir mengunjungi Paris 11 abad yang lalu  dia melihat suasana paris orang-orangnya begitu ramah dan bersih kotanya . Sehingga ia mengatakan "bahwa saya melihat islam di paris" meskipun tidak banyak muslim disana. Karena kebersihan adalah sebagian dari agam islam, justru ia melihatnya di paris yang mayiritas masyatraktnya non muslim. begitupun saat ini, sangat miris negara-negara Islam di dunia justru dikenal sebagai yang paling korup. Oleh karena itu, jangan salahkan agamanya, tapi salahkan umatnya yang tidak menginternalisasikan ajaran agamanya sendiri.
Kata Ja'ala yang berarti menjadikan, tentu  berbeda dengan kholaqo. Kholaqo berarti menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada , contohnya langit. Kata tersebut bermakna bagaimana ajaran islam yang sudah moderat ini, kemudian di internalisasi oleh umat islam sendiri di kehidupannya sehari-hari. Sehingga kita sebagai umat islam mejadi umat yang modeat sesuati denganm  ajaran agama islam. karena itu Allah swt.  berfirman "Allah menjadikan kita sebagai umatan wasathon umat yang moderat". Karna Allah tidak akan merubah nasib sebuah kaum, karakter sebuah kaum tanpa ada upaya dari kaum itu sendiri, untuk melakukan perubahan terhadap dirinya atau kelompoknya.
Oleh karena itu kajian terhadap islam seharusnya dilakukan terhadap ajaran itu sendiri melalui sumber utamanya al quran dan hadits, tidak bisa ia melihat dari tingkah polah umatnya karna bisa jadi umat islam tidak mencerminkan ajaran islam itu sendiri.
Kata selanjutnya, yaitu wasathon yang berarti di tengah-tengah, adil dan terbaik. Di tengah-tengah artinya ia tidak bisa dipengaruhi, bias dari kanan dan kirinya baik itu berupa ancaman dan rayuan.. mengambil keputusan sesuai dari sudut pandang yang objektif. Namun itu saja tidak cukup, ia diperjelas dengan makna lainnya, yaitu adil. Di tengah bukan berarti tidak bersikap, moderat bukan berarti kita tidak bisa berpihak
Moderat dalam arti ketika berada di tengah menghindari bias kanan dan kiri, namun dalam memutuskan bisa jadi kita berpihak kepada yang kanan atau yang kiri kita ketika ada perselisihan. Karna adil bukan berarti berpihak atau besikap sama kepada dua belah kubu. Misalnya ketika kita ingin memberi soal kepada murid SMA dan SD, tentu akan berbeda soal yang diberikan, sesuai dengan kemampuan atau porsinya masing-masing. Adil berarti menempatkan sesuatu sesuai tempatnya, sesuai porsinya. Mana yang benar kita katanya benar dan mana yang salah kita sebut kelompok atau pribadi yang salah itulah yang namanya adil.
Moderat juga diartikan terbaik, ini bermakna bahwa tidak  akan diterima menjadi wasit, kalau anda bukan yang terbaik diantara mereka, oleh karena itu ketika Rosulullah saw. saat  hajar aswad, Rasul terpilih menjadi orang yang meletakan hajar aswad itu kembali diantara sekian umat yang ada, karna apa? karna beliau diyakini sebagai yang terbaik di anatara mereka, mereka tidak peduli perbedaan suka agama dan sebagainnya.
Begitu pula ketika kita ingin menjadi wasit, kita harus pula menjadi pribadi yang terbaik. Sehingga keputusan kita di terima oleh masyarakat dan keputusannya pun harus yang terbaik, yakni keputusan yang adil, bijaksana. Maknanya pun harus dikaitkan dengan kata syuhada, dalam ayat tersebut kata syuhada bebrarti saksi. Oleh karena itu, kata wasathon berarti menjadi berada di tengah-tengah orang-orang yang berkumpul untuk menjadi saksi tentang sebuah nilai kebenaran.
Maka, menjadi muslim moderat adalah menjadi berada di tengah-teangah tidak bias kanan dan kiri, menghukumi secara adil tentang apa yang benar dan salah tanpa peduli terhadap resiko-resiko yang mungkin ucapannya yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya dan dengan itu berarti telah melakukan salah satu aspek dari jihad. Sehingga kalau meninggal karna sikap itu, maka dikatakan syuhada, karna menjadi saksi bagi kebenaran. Muslim yang moderat adalah solusi untuk peradaban dan Bangsa.

(Ai Yulianti)
Mahasiswi KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung


Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia