x
BREAKING NEWS

Jumat, 21 Desember 2018

Bencana tak kunjung usai

Bencana banjir dan longsor kembali menelan korban. Sejak awal tahun ini hingga akan berakhirnya tahun ini jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam sudah banyak sekali. Mengingat hujan lebat yang terus mengguyur di setiap daerahnya, maka perlu kesiagaan tinggi aparat pemda dan masyarakat agar bencana dapat diantisipasi lebih baik sehingga korban dapat di minimalisasi.

Banyak daerah di indonesia yang masuk kategori rawan gerakan tanah. Menurut catatan, setiap tahun korban meninggal akibat tanah longsor mencapai 200 orang. Potensi kerawanan gerakan tanah ini meningkat seiring curah hujan yang melanda berbagai daerah. Kasus yang terjadi di kawasan puncak dan beberapa tempat di jawa barat, tak lepas dari wilayah rawan gerakan tanah tersebut.

Selain karena karakteristiknya, alih fungsi lahan di daerah perbukitan juga memperparah potensi kerawanan itu. Getaran mobil yang lalu lalang, mesin pabrik, eksploitasi batu gunung, dan penambangan pasir yang mengakibatkan rawan gerakan tanah longsor dan banjir.

Kita menyadari betapa besar keterikatan masyarakat terhadap wilayah tempat tinggal yang didiami secara turun-menurun sehingga sangat berat untuk meninggalkannya. Apalagi bila ketergantungan penghidupan ekonomi dan sosial sangat tinggi.

 

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia