x
BREAKING NEWS

Kamis, 01 November 2018

Jangan Anggap Remeh Petani

Oleh : Nisa Durotun Nafisah

Sudah menjadi sesuatu permasalahan yang biasa untuk para petani setiap datang musim kemarau, kebutuhan air untuk pertanian dan kehidupan sehari-hari sebenarnya menjadi faktor utama untuk menunjang fondasi perekonomian, baik dalam skala lokal maupun nasional ketika kekeringan menjadi topik utama untuk daerah kota/kabupaten pada setiap tahun nya.
Air merupakan sumber kehidupan yang paling utama bagi manusia, hewan, dan tumbuhan.Bahkan bagi para petani air tidak hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tetapi sebagai sumber kemakmuran. Namun memasuki musim kemarau cadangan air irigasi seperti di wilayah jatisari,Karawang, mulai menipis, agar tanaman tetap hidup petani terpaksa harus memanfaatkan air terkontaminasi limbah industri. "Para petani memanfaatkan air limbah buangan untuk mengairi tanaman mereka agar tetap hidup. Air dari saluran buangan ini disedot dan disalurkan ke area tanaman" kata seorang petani dari Desan Jatisari. Meski buangan tersebut kotor dan berbau, mereka tetap menggunakannya untuk mendapatkan pasokan air irigasi. Tentunya sangat tidak baik bila dibiarkan seperti ini karena mungkin akan berdampak pada hasil produksi kualitas yang kurang baik.
Untuk itu, perlu upaya secara komprehensif dan berkelanjutan mengatasi bencana kris air ini yakni. Pertama, pemerintah sebagai pemegang kebijakan memanfaatkan dan mendayagunakan sumber-sumbe air dan kearifan lokal. Kedua, mengoptimalkan sumber-sumber air untuk berbagai kebutuhan. Cara sederhana yang bisa di lakukan adalah membuat embung (bak-bak penampung air hujan) dan sumur-sumur resapan, selain itu menjaga daerah tangkapan air dan mempretahankan kelestarian hutan sangat penting untuk penentu kualitas sumber air.

Krisis air akan terus melanda setiap tahun dan menjadi bencana bagi petani ialah muara dari ketidakpedulian terhadap lingkungan yang disokong ketidaktegasan pemerintah. Selama kesadaran akan lingkungan tidak tumbuh dan keberpihakan pemerintah pada petani tidak diaktualkan, karena para petani akan melakukan segala hal agar tetap hidup dalam kemakmuran maka dari itu hargailah selalu para petani di indonesia karena tanpa adanya mereka kita semua rakyat indonesia belum tentu akan bisa seperti saat ini. Dibalik kenyangnya perut ada petani yang sedang berjuang diluar sana.

Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Incsomnia Project