x
BREAKING NEWS

Jumat, 12 Oktober 2018

Mencari Cara Melawan Kemarau

Oleh: Muhammad Yudha Septiana

Kemarau tiba, rakyat merana. Mungkin itu sudah menjadi resiko tiap tahun setiap musim hujan usai. Ketika kekeringan sudah menjadi bencana, makhuk hidup sibuk memikirkan kelangsungan hidupnya. Khususnya manusia yang sekitar 80% isi tubuhnya merupakan cairan. Menurut Sheila B Red (1995), kekeringan di definisikan sebagai pengurangan persediaan air atau kelembapan yang bersifat sementara secara signifikan di bawah normal atau volume yang diharapkan untuk jangka waktu khusus. Oleh karena itu air bersih sangat penting bagi berlangsungnya hidup. Seandainya hujan tak kunjung turun, air bersih sangat langka dan mahal di beberapa tempat. Oleh karena itu kita perlu mencari cara melawan kondisi ini. 

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Mungkin itu kalimat yang cocok untuk mengatasi kekeringan ini. Pemerintah harus membangun waduk untuk mencegah dampak kemarau panjang, karena fungsi utama waduk adalah sebagai salah satu sarana untuk mengairi lahan atau persawahan. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya selain dikenal sebagai negara maritim, Indonesia juga sangat dikenal sebagai negara agraris. Negara agraris sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian atau bisa dikatakan sebagai hal-hal yang berbau bercocok tanam. Fungi utama waduk yang selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan air dalam sehari-hari, saat kekeringan tiba maka masyarakat bisa memanfaatkan air yang ada di waduk. Kita tidak bisa selalu mengandalkan pemerintah untuk mengatasi semua masalah, kita harus memulai dengan kesadaran kita sendiri. 

Namun apabila krisis air sudah terlanjur terjadi, pemerintah sebagai pemegang kebijkan memanfaatkan dan mendayagunakan sumber-sumber air. Juga menambah instalasi yang dapat difungsikan cepat misalnya membuat unit pengolahan air bersih berkapasitas kecil untuk daerah yang kesulitan mendapat air bersih. Untuk daerah yang memiliki potensi air tanah sedang, mesti dibangun sumur-sumur pompa tangan dalam, sumur resapan, atau pantek. Masyarakat sebisa mungkin membuat sumur pribadi dengan menggali tanah dengan kedalaman yang cukup untuk meresap air sehingga apabila kemarau tiba kita tidak terlalu mengandalkan air PAM dari pemerintah. Para petani harus mempersiapkan sumur resapan untuk keperluan irigasi yang fungsinya mengairi lahan dan untuk membendung air hujan. Ketika irigasi mengalami gangguan seperti kekurangan air, biasanya irigasi menggunakan sumur resapan untuk menambah bendungan air yang terdapat dalam saluran irigasi. Sehingga sumur resapan juga memiliki peran penting untuk membantu irigasi ketika irigasi bermasalah kekurangan untuk membendung air.

Kita harus terus mengkampanyekan pemanfaatan air secara efisien dan efektif. Upaya ini harus terus di gencarkan agar masyarakat tidak membuang-buang air secara percuma karena dampak yang di timbulkannya sangatlah merugikan. Kekeringan menjadi bencana ialah muara dari ketidakpedulian terhadap lingkungan yang disokong ketidak tegasan pemerintah memberikan sanksi terhadap masalah konservasi. Selama kesadaran terhadap lingkungan tetap kita perhatikan, kita dapat meminimalisir bencana kemarau yang akan datang.

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Incsomnia Project