x
BREAKING NEWS

Kamis, 20 September 2018

Mahasiswa Kurang Aktif Dalam Makmurkan Masjid

Dakwahpos.com, Bandung- Kegiatan magrib mengaji merupakan salah satu kegiatan rutin di Masjid Al-Ikhlas. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak kampung Lio utara RT.02 RW.09 Desa Cipadung Kecamatan Cibiru.  Kegiatan ini juga sangat didukung oleh bapak Drs. H. Idas Baihaki selaku ketua DKM masjid tersebut.

"Kegiatan magrib mengaji ini diikuti oleh anak-anak kecil sampai anak remaja, mulai dari yang berusia 5-15 tahun. Kegiatan ini berlangsung dari sesudah shalat magrib sampai shalat isya. Tujuan diadakan kegiatan magrib mengaji ini supaya anak-anak terbiasa shalat berjamaah di masjid." Ujar bapak Idas Baihaki, ketua DKM Masjid Al-Ikhlas.

Kegiatan belajar mengaji sejak dini, memang sangatlah penting. Disamping untuk mempelajari ilmu agama, juga untuk membentuk karakter yang berakhlakul karimah. Antusias yang sangat besar terlihat dari anak-anak ketika kegiatan mengaji sedang berlangsung. Tetapi yang sangat disayangkan, yaitu kurangnya pengajar di Masjid tersebut.

"Dulu sekitar tahun 2000-an, banyak mahasiswa yang mengajari anak-anak mengaji, menjadi imam shalat dan sampai ada yang menjadi Khatib shalat jum'at. Tetapi sekarang tidak ada. Ditawari juga tidak ada yang mau. Saya berharap mahasiswa menjadi penyeimbang dalam mengisi kegiatan lain selain pembelajaran selama pekuliahan. Tapi kan saya tidak tahu bagaimana situasi sedang kuliah, khawatir mengganggu dan sebagainya." Lanjut bapak Idas menjelaskan. Senin(17/09/2018)

Meskipun mahasiswa selalu disibukkan dengan kegiatan-kegiatan selama perkuliahan, namun alangkah lebih baiknya mahasiswa bisa menjadi pelopor dalam setiap kegiatan yang berlangsung di masyarakat. Contohnya memakmurkan masjid. Bagaimanapun juga mahasiswa harus  menjunjung tinggi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian.

Reporter : Agfar Firdaus Gumilar, KPI 3/A

Bagikan

3 komentar :

  1. Penulisan berita sudah bagus dan sistematis. Tapi pada paragraf terakhir pada kata "alangkah lebih baiknya" diganti dengan " alangkah baiknya" karena lebih enak dalam membacanya.
    Dalam penggunaan tanda bantu baca juga sudah tepat

    By: ahmAh yusup tubagus kpi 3a

    BalasHapus
  2. Penulisan baik tapi perhatikan penggunaan titik-koma pada paragraf awal.

    By: Ammar Fathul

    BalasHapus
  3. Penulisan sudah bagus, tinggal lebih di perhatikan lagi penulisan huruf besar dan kecilnya

    By : Alfi Nurfaizin

    BalasHapus

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Incsomnia Project