x
BREAKING NEWS

Kamis, 20 September 2018

DKM Nurul Amal Hadirkan Sistem Belajar al-Quran Ramah Usia Lanjut


Dakwahpos.com, Bandung- Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) nurul amal, Babakandangdeur rutin adakan tahsin bersama warga. Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda yang telah terjadwal dan diadakan seusai menunaikan shalat Isya berjamaah.

Antusiasme masyarakat cukup tinggi, hal ini terlihat dari banyaknya orang-orang yang menghadiri majelis ilmu tersebut. Kebanyakan yang hadir adalah masyarakat yang tinggal di  sekitaran masjid. Uniknya, hampir seluruhnya dari mereka adalah orang-orang dengan usia lanjut, ini membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk terus belajar.

Keberadaan sistem pembelajaran yang menarik, menjadi salah satu faktor kegiatan ini mampu menyedot banyak hadirin. Hal tersebut sebagaimana tanggapan Dedi, salah satu warga yang rutin menghadiri tahsin, ketika ditanya terkait tanggapannya dengan kegiatan tersebut. Dengan sistem belajar yang dibimbing oleh satu orang kemudian yang lain mengikuti, ia tak perlu khawatir dan merasa malu jika bacaannya salah karena membacanya secara bersama-sama.

"Kan kalau tahsin gini kita ada satu yang baca, kadang pak profesor atau yang lainnya. Setelah membaca, biasanya sama dia dijelaskan hukum-hukum bacaannya, panjang pendek dan lain-lainnya. Baru kalau sudah dibacakan dan dijelaskan, kita baca bareng-bareng. Jadi, kalau bacanya bareng-bareng kan jadi nggak harus malu kalo salah, beda kalo di tes bacaannya satu-satu." Ujarnya. Senin (17/09/2018)

Setali tiga uang dengan Dedi, ketua  DKM Nurul amal, Tajul Arifin menerangkan bahwa membaca secara bersama-sama, dimaksudkan agar hadirin tidak merasa malu jika terdapat bacaannya yang salah. Selain itu, Berangkat dari pentingnya pengetahuan setiap orang akan ilmu tajwid, Dedi juga menambahkan bahwa tujuan diadakannya tahsin ialah untuk memberikan pembekalan pengetahuan terkait tata cara membaca al-Quran yang baik dan benar kepada masyarakat.

"Bapak-bapak yang hadir sudah pada bisa membaca, tapi mereka hanya ada kekurangan pada ilmu tajwidnya. Itulah kenapa sehingga diadakan tahsin ini, tidak lain bertujuan untuk memperdalam dan menerapkan ilmu tajwid." Tutupnya. Minggu, (16/09/2018)

Reporter : Abdul Azis Said, KPI/3A


Sent from Mail for Windows 10

Bagikan

5 komentar :

  1. Dalam segi penulisannya nya sudah bagus, tetapi saya kurang paham dengan kalimat "Setali tiga uang dengan Dedi". Saran dari saya sebelum di posting alangkah baiknya di cek kembali penulisannya takutnya ada yang salah atau kurang dipahami oleh pembaca. Semangat :)

    BalasHapus
  2. Sebaiknya gunakan kata umum yang dapat dipahami pembaca dan hindari kata yang sulit dipahami seperti pada paragraf 5 "setali tiga uang dengan Dedi".

    BalasHapus
  3. Pada paragraf ke dua ada kalimat "banyaknya orang-orang" menurut saya kata "banyak" cukup disandingkan dengan kata "orang" menjadi "banyaknya orang" karena tetap bisa menjelaskan keadaan tersebut.
    Terimaksih ... :)

    BalasHapus
  4. Sudah bagus tulisaannya hanya perlu menholah diksi dengan bahasa yang lebih berita banget. Good!

    BalasHapus

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Incsomnia Project