Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Besarnya Tingkat Kesadaran Remaja Masjid Al-Muhajirin Terhadap Pendidikan Anak

Kamis, 20 September 2018 | September 20, 2018 WIB | 0 Views Last Updated 2018-09-20T00:37:34Z
Dakwahpos.com, Bandung – Sadar akan pentingnya Pendidikan agama bagi anak, remaja Masjid Al-Muhajirin Cipadung, manfaatkan masjid sebagai sarana belajar dan mengajar. Pemanfaatan masjid sebagai media untuk mentransfer pengetahuan dinilai sangat efektif.

Besarnya tingkat kesadaran remaja Masjid Al-Muhajirin terhadap Pendidikan agama anak-anak di lingkungan sekitar, membuat para remaja Masjid Al-Muhajirin rela meluangkan waktunya untuk mengajar anak-anak tanpa terkecuali dari kalangan mahasiswa. Para pengajar yang mayoritasnya adalah siswa SMA mulai belajar mengelola waktu dalam membagi antara jam untuk belajar dan mengajar. Terlebih, ada dari mahasiswa yang totalitas memberikan perhatiannya kepada kemaslahatan ummat, ia memberikan lebih banyak waktunya untuk membantu mengajar di masjid.

Ditemui di Masjid Al-Muhajirin, Kang Iyep, salah satu pengajar di Masjid Al-Muhajirin menjelaskan "Saya juga resign di salah satu ukm di kampus karena ada kegiatan-kegiatan di sini (Masjid), saya juga ngajar ilmu tajwid ba'da maghrib." ungkapnya (15/9)

Pengajar di Masjid Al-Muhajirin tercatat seluruhnya ialah remaja. Image mengenai generasi milenial yang identik gaya hidupnya hura-hura, tidak terlihat dalam diri remaja Masjid Al-Muhajirin. Bahkan kegiatan mengajar yang dilakukan oleh para remaja masjid merupakan keinginan diri sendiri.

"Saya mengajar itu keinginan diri sendiri, motivasinya sebagai sarana dakwah dan berbagi pengetahuan keagamaan." Ujar Ade Rohima, salah satu pengajar muda di Masjid Al-Muhajirin. (16/9)

Kegiatan belajar dan mengajar ilmu agama yang rutin dilaksanakan senin sampai jum'at, membuat para pengajar perlu memperhatikan tentang lurusnya niat dalam mengajar. Dan hal ini terlihat dari para pengajar yang mengesampingkan upah dalam kegiatan pembelajaran.

Dalam kesempatan tersebut, kang iyep menjelaskan "Kalo untuk bayaran sih, enggak ada tapi kalo ada kegiatan-kegiatan suka ada sedikit-sedikit mah, ya kalo untuk dibayar ngajarnya takut salah niat." ungkapnya.

Reporter: Ahmad Rifa'I Yusuf N, KPI/3A    
×
Berita Terbaru Update