x
BREAKING NEWS

Senin, 27 November 2017

Sosialisasi dan Aksi Untuk Mewujudkan Lingkungan yang Asri


Oleh : Nita Nurhasanah

Kebiasaan membuang sampah sembarangan di Indonesia sepertinya sudah menjadi budaya yang turun temurun. Bahkan, perilaku macam ini sering dilakukan oleh pengendara di jalan raya.  Hal ini perlu ditindak lanjuti karena banyak sekali dampak negatif yang muncul akibat kebiasaan ini. Memang tidak mudah, tapi pencegahan ini bisa dilakukan secara bertahap dan konsisten tentunya. Negara Jepang dan kota Texas di Amerika Serikat misalnya, kedua negara tersebut  telah membuktikan bahwa usaha yang dilakukan secara konsisten mengenai pencegahan membuang sampah sembarangan telah mewujudkan hasil yang maksimal.

Cara yang paling sederhana untuk meminimalisir kebiasaan buang sampah sembarangan adalah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Masyarakat termasuk para pengguna jalan raya perlu mengetahui akan bahaya yang ditimbulkan dari kebiasan tersebut. Mereka perlu diberi pemahaman mengenai dampak apa saja yang akan timbul apabila kebiasaan itu terus dilakukan di Indonesia. 

Setelah melakukan sosialisasi, perlu adanya aksi dari pemerintah dan masyarakat tentunya. Aksi pencegahan buang sampah sembarangan ini tidak cukup dengan tulisan "Jangan buang sampah sembarangan" atau "Buanglah sampah pada tempatnya". Pemerintah perlu mengadakan suatu program dimana masyarakat ikut andil dan turun langsung dalam program tersebut. Misalnya, dengan mengembangkan program 3R (Reduce, Reuse, Recyle). 3R merupakan salah satu solusi untuk mengatasi sampah yang tadinya tidak berguna menjadi barang berharga dengan proses daur ulang. Pertama kita bisa melakukan proses pemisahan sampah organik dan anorganik. Setelah sampah tertata, kita bisa melakukan proses daur ulang dan membuatnya menjadi barang yang berguna serta berharga. Dengan mengenalkan program ini ke semua kalangan masyarakat termasuk anak-anak, diharapkan bisa meminimalisir kebiasaan buang sampah sembarangan.

Namun, semua ini tidak akan terealisasi apabila belum tertanamnya rasa kesadaran dalam diri seseorang akan bahaya dari membuang sampah sembarangan. Maka dari itu, perlu adanya rasa kepeduliaan terhadap lingkungan sekitar terlebih dahulu. Setelah rasa cinta pada lingkungan sekitar telah terwujud maka rasa malu pun akan timbul ketika kita membuang sampah di jalan raya.

Nita Nurhasanah, Mahasiswi KPI UIN SGD Bandung

Tulisan pernah dimuat di Media Indonesia tanggal 20 Oktober 2017

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Incsomnia Project