x
BREAKING NEWS

Minggu, 22 Oktober 2017

Saat Uang Menjadi Raja, Kepala Daerahpun Ikut Terjerat


Oleh: Ade Oktavia

Korupsi oleh kepala daerah semakin memperburuk citra pemimpin negara ini. Bagaimana tidak? Orang yang dipercaya, yang berada paling dekat dengan masyarakat, perpanjangan suara masyarakat, yang tinggal dilingkungan masyarakat sendiri sudah mulai ambil andil untuk mencurangi masyarakat. Bagaimana kita bisa mempersalahkan pemimpin-pemimpin negara yang punya jabatan dan status yang lebih tinggi,  jika kepala desa saja sudah mulai memperlihatkan ketidaksetiaannya kepada rakyat. Saya bingung, bagaimana bisa uang memperbudak manusia?

Pemimpin yang mencurangi uang rakyat telah menjadi sejarah yang amat panjang bagi negara ini. Tidak hanya koruptor kelas kakap yang mencuri dengan jumlah yang tidak sedikit, tapi juga pemerintah daerah yang mulai mengambil hak-hak rakyat. Mana janji yang dibuat-buat oleh mereka masa kampanye dulu? Yang katanya seolah-olah kita akan wujudkan daerah kita menjadi rumah kita sendiri, yang memberi harapan-harapan untuk mempergadangkan hati agar memperoleh kepercayaan rakyat.

Kasus tertangkapnya kepala daerah oleh KPK terkait kasus korupsi semakin membuka mata kita bahwa benar-benar sangat susah mencari pemimpin yang bisa diberi kepercayaan era sekarang. Hal ini menyebabkan semakin runtuhnya kepercayaan seluruh elemen masyarakat dalam mencari dan memilih pemimpin. Saya pernah dengar ungkapan dari rakyat, bahwa pemimpin zaman sekarang hanya mencari kursi. Setelah kursi didapat, dia berubah menjadi tikus-tikus berdasi. Kita sebagai penyumbang suara untuk kursinya akan terlupakan seiring berjalan waktu.  Hal ini menandakan bahwa kepercayaan dari masyarakat benar-benar telah hancur lebur.

Sangat disayangkan jika kepercayaan rakyat telah pupus. Karena untuk mendapatkan kepercayaan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Negara kita katanya adalah negara demokrasi. Yang pemimpin itu dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Tapi kenapa pada praktiknya zaman sekarang menjadi dari rakyat, oleh rakyat tapi bukan untuk rakyat lagi? Perlu diingat bahwa ibarat ungkapan yang menyatakan bahwa kepercayaan itu diberi bukan dibeli dan keberhasilan itu bukan diberi tapi direbut. Begitu berharganya kepercayaan hingga jangan pernah sekali-kali mencoba untuk meluluh-lantakkan setiap kepercayaan yang diberi. Untuk seluruh pemimpin yang dipercayai, ingatlah bahwa korupsi itu adalah tragedi yang membuat rakyat ngeri. Jangan rusak kepercayaan itu sekecil apapun karena pada hakikatnya kita adalah keluarga, bukan?


Penulis: Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Incsomnia Project