x
BREAKING NEWS

Selasa, 17 Oktober 2017

Perlukah Transaksi Non Tunai di Tol?

Oleh:  Harrival Iswal Fauzi Rinfa


Mengingat perkembangan IT(Information Technology) yang sangat pesat, tidak dipungkiri hampir mempengaruhi segala aspek kehidupan. Seperti pada sistem transaksi pembayaran telah berkembang uang berbasis elektronik atau disebut dengan transaksi non tunai.Pada transportasi hal ini juga sangat terasa oleh setiap kalangan pengendara, apalagi kalangan menengah keatas yang memiliki kendaraan roda empat maupun lebih yang menggunakan jalan tol, ditambah dengan adanya kebijakan transaksi non tunai yang diterapkan oleh pemerintah sebagai pengalihan dari transaksi tunai ke transaksi non tunai yang menggunakan teknologi berbasis electronic money atau disebut dengan e-money .Uang Elektronik yang diterapkan pada pembayaran jalan tol sebenarnya sudah banyak diaplikasikan oleh masyarakat selain pembayaran jalan tol, seperti pembayaran listrik disebut e-token,pada bank yang disebut e-banking, pada transaksi lainnya yang berbasis e-money lainnya. 

Menurut pendapat saya  mengenai pengendara yang biasa menggunakan fasilitas jalan tol pasti sangat terbantu dengan penerapan e-money pada transaksi pembayaran jalan tol, mengingat sistem pembayaran tol yang sebelumnya memakan waktu, mulai pembayaran yang kebanyakan tidak menggunakan uang pas, sehingga mengharuskan untuk menunggu adanya pengembalian dari pihak petugas. Hal ini membuat pengendara harus mengantri untuk proses pembayaran di gerbang tol, semakin benyak antrian membuat terbuang banyak waktu serta membuat kenyamanaan berkurang dan tidak efisiennya penggunaan BBM. 

Dengan diterapkannya kebijakan transaksi non tunai oleh pihak pemerintah ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah pada transaksi tunai. Transaksi non tunai akan lebih cepat dan mudah yang sistem kerjanya tinggal gesek atau tap ringkas karena tidak perlu kembalian. 

Namun dengan diterapkannya kebijakan ini tidak serta merta mengatasi segala masalah yang, pasti akan ada masalah baru yang muncul dengan adanya kebijakan penerapan e-money pada jalan tol. Seperti transparansi pendanaan pembuatan teknologi ini, teknologi pastinya memakan dana masyarakat yang tidak sedikit jumlahnya. Perlu juga adanya transparasi tentang, akan dikemanakan penghasilan dari pembayaran jalan tol.  Ditambah lagi, akankah setiap kalangan masyarakat langsung faham dengan kebijakan ini? tentunya tidak bukan. Tentunya segala hal ini akan menjadi PR bagi pemerintahan untuk terus berbenah dari sektor transportasi darat via jalan tol.

Mengingat saya sangat setuju dengan adanya transaksi non tunai untuk mengatasi antrian yang menyebabkan kemacetan walaupun belum semua jalan tol di Indonesia belum menggunakan sistem e-money, sehingga pemerintah sesegera mungkin untuk menyelesaikan proyek ini agar dampaknya bisa langsung dirasakan oleh setiap masyarakan pengguna jalan tol. Pemerintah pun harus lebih transparansi mengenai penggunaan dana, ditambah lagi pemerintah juga harus gencar memberikan segala informasi tentang sistem ini pembayaran tol dengan e-money. 

Dan harapan saya dengan kebijakan pembayaran jalan tol dengan e-money ini membuat transportasi via tol menjadi semakin baik, lancar serta nyaman bagi para pengendara. Bagi pemerintahan juga harus dibarengi dengan transparansi pembiayaan dan jangan sampai adanya segala jenis kecurangan dalam pelaksaannya.  

Penulis, Mahasiswa UIN DGD Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Incsomnia Project