x
BREAKING NEWS

Minggu, 08 Oktober 2017

Pemahaman Arti Kasih Sayang Orang Tua


Oleh: Fany Dwi Nanda

Entah faktor zaman atau sudah menjadi takdir apabila melihat peristiwa-peristiwa memprihatinkan yang banyak terjadi beberapa tahun ke belakangan ini. Kejadian yang ada sangatlah membuat kita tidak habis pikir, jika kita renungkan maka hal-hal tersebut tidak selayaknya terjadi. Banyak sekali terjadi tindak kekerasan, pertikaian hingga pembunuhan yang dialami oleh orang-orang disekitar kita. Seolah hal tersebut sudah menjadi hal yang lazim. Lebih parahnya, peristiwa-peristiwa semacam itu sangat sering terjadi dilakukan antara orang-orang yang memiliki ikatan saudara. 

Manusia-manusia negara kita seperti sudah kehilangan kemanusiaannya, melakukan apa saja seperti lupa arah. Upaya demi upaya terus dilakukan. Namun kenyataan tidak bisa dipungkiri, yang seharusnya peristiwa ironi semacam ini diharapkan terhenti dan tidak terulang kembali, malah seperti memberi umpan ketika memancing. Terus bertambah dan semakin memparah.

Pemberitaan seakan tidak bisa terlepas dari masalah 'kekerasan'. Berbagai kalangan dibuat takut olehnya, terutama para orang tua yang khawatir akan jaminan keamanan dan keselamatan anak-anaknya. 

Mengingat belum adanya cara yang efektif untuk mencegah permasalahan mengerikan ini, maka peran orang tua dalam memberikan perlindungan serta pengajaran kepada anak-anaknya menjadi hal paling utama dalam penanganan kasus ini. Orang tua dituntut agar bisa mengendalikan anak-anaknya agar tetap dalam pengawasan dan kesibukan yang akhirnya tidak akan membuka peluang untuk anak melakukan hal-hal yang tidak terduga. 

Pemahaman tentang begitu besarnya kasih sayang orang tua yang diberikan kepada anak, kemudian arti pentingnya kehidupan untuk selalu berbuat kebaikan akan menjadi salah satu penghalang dan alasan anak untuk tidak melakukan perilaku tercela. 

Namun, ketidakbisaan orang tua dalam melakukan intensitas dalam penjagaannya kepada anak menjadi masalah baru, yang kemudian orang tua memilih untuk menyerahkannya kepada pendidikan formal untuk membantunya dalam melakukan pengajaran kepada anak. Artinya, dalam hal ini pengoptimalan pendidikan menjadi priotitas. Tentu saja, pendidikan yang dilakukan oleh para orang tua harus seimbang dengan pendidikan yang anak dapatkan di pendidikan formalnya. 

Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Skumfuk Design Studio