x
BREAKING NEWS

Minggu, 22 Oktober 2017

Membangun Karakteristik Anak Bangsa Yang Anti Kekerasan


Oleh: Mega Tri Cayani

Akhir-akhir ini banyak sekali kasus kekerasan yang terjadi di indonesia. Seperti pada kasus saat ini, kasus gladiator yang terjadi di bogor. Dimana kekerasan menimpa salah satu siswa SMA ternama dibogor yang berujung kematian. Singkatnya korban yang bernama Hilarius Cristian Event Raharjo mendapat perlakuan kekerasan yang tidak lain pelakunya merupakan pelajar dari SMA lain.

Sangat disayangkan anak yang tidak berdosa itu harus tewas karena ketidakpedulian akan sesama, yang seharusnya saling menjaga satu sama lain akan tetapi mereka saling menghancurkan satu sama lain. Tentu hal tersebut akan membuat khawatir para orang tua yang memiliki anak remaja.

Tugas dan kewajiban pelajar adalah belajar dengan baik dan menghasilkan prestasi yang gemilang untuk bangsa bukan nya mencari sensasi. Menjaga relasi dengan sekolah lain memang sangat bagus selama masih dalam batas wajar dan selama melakukan hal-hal yang positif.  Jika sudah terjadi kekerasan antar pelajar seperti ini bagaimana bangsa ini akan menghasilkan penerus bangsa yang gemilang ?? jika penerus bangsanya saja tidak memiliki rasa peduli terhadap sesama.

Saat ini sudah banyak contoh siswa yang memilki prestasi yang gemilang dengan menyalurkan bakat-bakat yang mereka miliki, jika memilki bakat berduel maka berduel lah diatas ring yang sudah jelas resmi dan memilki aturan yang jelas dan akan mengahasilkan prestasi bukan sensasi.

Dalam hal seperti ini perlu pengawasan dan perhatian dari orang tua untuk membentuk karakter dan kepribadian remaja yang baik. Karena remaja pada saat ini cenderung nekat dalam melakukan suatu hal yang mereka gemari agar mendapat perhatian lebih dari orangtuanya. Kesibukan orang tua dengan dunianya sendiri akan membuat anak merasa tidak diperhatikan. Maka dari itu orang tua perlu meluangkan sedikit waktunya untuk sekedar berbincang dan berdiskusi agar mereka merasa diakui keberadaannya.

Selain dari orangtua, agar membentuk karakter dan kepribadian remaja yang baik peran lingkungan pun sangat penting. Jika ada gelagat mencurigakan yang teridentifikasi akan terjadinya kekerasan, masyarakat diharuskan mencegahnya atau melaporkannya ke pihak berwajib atau keamanan setempat.

Selanjutnya, pihak sekolah harus lebih extra dalam mengawasi siswa-siswinya baik itu pada saat jam pelajaran berlangsung atau bahkan di luar jam pelajaran bila perlu. Pihak sekolah juga harus memiliki ekstrakulikuler yang bisa menyalurkan bakat-bakat generasi muda yang tengah membara. Mengadakan ekstakulikuler memang sangat bagus agar energi tersebut bisa disalurkan lewat hal positif dan bisa menjauhkan mereka dari malapetaka, bukan itu saja tapi akan membuat mereka menorehkan prestasi bagi bangsa.

Sinergi dan komunikasi antar orang tua, lingkungan  dan pihak sekolah akan menghasilkan komuikasi yang baik bagi remaja. Hal seperti itu akan mempermudah pengawasan dan pengontrolan aktivitas para remaja dari hal-hal yang tidak diinginkan agar dapat teratasi. Jangan sampai para penerus bangsa ini terjerumus kedalam hal-hal yang negatif apalagi kekerasan dan lain sebagainya yang menyebabkan kematian karena penerus bangsa ini adalah aset bangsa pula.

Mega Tri Cayani, Mahasiswi KPI UIN SGD Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Incsomnia Project