x
BREAKING NEWS

Minggu, 22 Oktober 2017

Masjid Thariqul Huda Kaji Kitab Tadzhib Bab Sholat


Dakwahpos.com, Bandung- Kegiatan mingguan setiap hari sabtu mesjid Thariqul Huda di Panyileukan yaitu membahas kitab fikih Tadzhib, ustadz yang mengisi selalu rutin yaitu K.H. Asep Anom, yaitu seorang ustadz yang cukup terkenal di televisi nasional karena pernah masuk di TV Indosiar.

Para jemaah mesjid sholat subuh Thariqul Huda selalu ramai pada sholat subuh, para jamaah pun begitu antusias ingin mendapatkan ilmu, hal ini dibuktikan dengan tidak adanya jamaah yang pulang seusai sholat subuh, bahkan semua jamaah mendengarkan kajian sampai selesai.

Bab yang dibahas tentang sholat, yaitu bahwa syarat wajib sholat ada tiga: yang pertama, yaitu beragama islam, orang non muslim tidak wajib untuk sholat, yang kedua al-buluugh artinya telah baligh atau cukup usia, laki-laki 15 dan perempuan 9 tahun, dan pada usia 7 tahun anak sudah diperintahkan untuk sholat dan dipukul dengan sapu lidi.

Dan adapun sholat-sholat sunnah yang muakkad yaitu sholat sunnah yang sangat diharuskan dilaksanakannya, dan diharapkan berjamaah untuk pelaksanaannya ada 5: yaitu sholat dua 'id yaitu sholat pada dua  hari raya besar islam, yang pertama, sholat idul fitri dan yang kedua sholat idul adha, yang ketiga adalah sholat gerhana bulan, dan yang keempat adalah sholat gerhana matahari, dan  yang kelima adalah sholat sunnah istisqo, yaitu sholat sunnah yang dilaksanakan karena terjadinya kemarau panjang dan sulitnya air untuk keperluan kehidupan.

Adapun sholat sunnah yang mengikuti sholat fardhu(rawatib) ada 17 rokaat: yaitu 2 rokaat sebelum subuh yang dinamakan juga dengan sholat sunnah fajar, 4 rokaat sebelum dzuhur, 2 rokaat setelah dzuhur, 4 rokaat sebelum asar,2 rokaat setelah magrib, dan 3 rokaat setelah isya yaitu sholat witir.

Adapun dalil tentang penjelasan berikut adalah: Dari Aisyah R.A. berkata: Nabi SAW  tidak pernah mengharuskan sholat sunnah untuk dilakukan berulang-ulang kecuali sholat sunnah 2 rokaat fajar.(H.R. Bukhari dan Muslim).

Dari Aisyah R.A. bahwasanya Nabi SAW sholat dirumahku sebelum dzuhur 4 rokaat, kemudian keluar dan sholat berjamaah bersama umat,  kemudian setelahnya sholat sunnah 2 rokaat.(H.R. Musllim)

Adapun dalam riwayat lain sholat sunnah rawatib bisa juga 10 rokaat dalam sehari semalam yaitu: 2 rokaat sebelum subuh, 2 rokaat sebelum dzuhur, 2 rokaat setelah dzuhur, 2 rokaat setelah magrib, dan 2 rokaat setelah isya. Dalilnya dari Ibnu Umar R.A. berkata aku menjaga dari Nabi SAW sholat sunnah 10 rokaat: yaitu 2 rokaat sebelum dzuhur, 2 rokaat setelahnya, 2 rokaat setelah magrib dirumahnya, 2 rokaat setelah isya di rumahnya, dan 2 rokaat sebelum subuh.(H.R. Bukhari dan Muslim).

Masalah fikih tidak pernah terlepas dari ikhtilaf yaitu perbedaan pendapat ulama, maka dari itu sebagai umat islam yang bijak harusnya tidak dijadikan masalah karena ini merupakan bentuk luasnya ilmu pengetahuan, dan perbedaan melaksanakan sholat sunnah rawatib tidak perlu dijadikan masalah dalam pelaksanaannya karena baik dilaksanakan ataupun tidak, tidak masalah, karena hukumnya sunnah bukan wajib, jelas K.H. Asep Anom.  Sabtu (14/10/2017).

Sesi tanya jawabpun dimulai, beberapa jemaah melontarkan pertanyaannya, salah satunya H.Win Winata, "pa ustadz saya mau bertanya, kalau orang gila bagaimana tempat kembalinya di akhirat nanti?"

Kalau orang gila nya semenjak sebelum baligh maka akan disamakan dengan anak kecil yang masih dianggap suci, kalo orang gila nya setelah dewasa maka amalannya dihitung dimulai dari semenjak baligh", jawab K.H. Asep Anom.

Dan kemudian diskusi pun terus berlangsung sampai selesai, dan jamaah-jamaah yang lainpun berkontribusi dalam kajian tersebut dengan melontarkan pertanyaan juga.


Reporter: Tri Eka Shofyandi, KPI/3B

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Skumfuk Design Studio