x
BREAKING NEWS

Minggu, 16 Oktober 2016

Ustad Ade: Pengajian Mesjid Nurul Iman Selalu Penuh Jamaah

Pengajian rutin di Mesjid Nurul Iman

Dakwahpos.com, Bandung- Pengajian rutin Mesjid Nurul Iman tak pernah sepi jemaah. Warga dari berbagai desa selalu berdatangan mengikuti pengajian ini.

“Rata-rata 60-70 orang datang kesini, karena banyak jemaah dari luar pun datang. Mereka tahu ada pengajian disini, mereka datang.” Kata Ade, Ketua DKM Nurul Iman, saat diwawancarai dakwahpos.com, Kamis (28/09).

Meski tak dihadiri banyak warga desa Cipadung, pengajian ini dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat dari desa lain. Pengajian ini pun didukung oleh sarana dan prasarana yang disediakan DKM ataupun warga sekitar; Seperti jamuan makanan, kopi, atau cemilan. Hal serupa disampaikan oleh Arif (28), salah satu anggota DKM Nurul Iman.

“Mengenai persediaan makanan, Alhamdulillah disini tidak berpangku tangan kepada DKM saja, akan tetapi ada sebagian jemaah yang terkadang menyisihkan sebagian hartanya. Pada malam kamis, selesai bubar pengajian, pihak DKM suka memberikan jamuan-jamuan. Begitupun dari sebagian jemaah yang mau menginfakkan sebagian rizkinya. Bahkan ada beberapa orang yang biasa memberikan jamuan terhadap jemaah yang mengikuti pengajian pada malam itu.” Ucap Arif.

Menurut salah satu Mahasiswa S2 KPI UIN SGD Bandung ini, Daya tarik pengajian ini berasal dari kesadaran warga sendiri tentang pentingnya ilmu dan pengetahuan agama.

“jika masalah daya tarik, saya tidak dapat berspekulasi atau menentukan motifnya, Karena untuk pengajian itu banyak motivasinya. Ada motivasi kesadaran keilmuan, atau motif-motif yang lain. Jelasnya, kebetulan bapak-bapak suka ada sharing, sebagian besar itu mereka butuh ilmu. Berhubung pergaulan hari ini semakin tidak karuan, jadi bapak- bapak menganggap pengajian ini menjadi benteng keimanan dan sarana  memperbaiki kualitas ibadah mereka masing-masing.” Ujar Arif.

Reporter: Megandini Al-Fiqri, KPI/3B

Bagikan

13 komentar :

  1. memang bagus sekali masjid yang banyak jamaahnya sampai puluhan, apalagi sampai dihadiri oleh desa lain, tapi seharusnya ketua DKM harus lebih merangkul jamaah yang berada di sekitar masjid itu. karena, masa desa lain hadir sedangkan pribumunya sendiri sedikit yang berpartisipasi.

    BalasHapus
  2. berita yang bagus dan bisa menjdi info tersendiri bagi warga sekitar untuk mengikuti acara tersebut

    BalasHapus
  3. Salah satu cara menghidupkan masjid dengan hal seperti itu, semoga semangat bapak-bapak dapat dicontoh oleh masyarakat lain..Good

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah 60-70 angka yg lumayan banyak. Luar biasa, masih banyak masyarakat yang paham bahwa pentingnya ilmu agama disamping ilmu pengetahuan umum. Karena dewasa ini, di era masyarakat heterogen sangat sulit memberi pemahaman perihal pentingnya ilmu agama, harus tumbuh dr diri sendiri. Good Job, tingkatkan terus.

    BalasHapus
  5. beritanya bagus, warga dari desa lain patut di conto biar kedepannya jamaahnya mkkin banyak lagi.
    ditunggu berita selanjutnya yah..

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah masih ada pengajian yg terus aktif di desa desa sprti itu, sy bahkan rindu suasana pengajian rutin di desa sy, karena sdh hampir tidak ada.

    BalasHapus
  7. ��Alhamdulillah semoga beritanya bisa jadi insfirasi bagi umat muslim dan pengurus DKM betapa pentingnya ilmu agama saat ini.

    BalasHapus
  8. ��Alhamdulillah semoga beritanya bisa jadi insfirasi bagi umat muslim dan pengurus DKM betapa pentingnya ilmu agama saat ini.

    BalasHapus
  9. Keren lah...!
    Saya kira mengangkat masalah buruk itu sangat penting dalam berita. Tapi ternyata lebih penting untuk menunjukan sisi positif, salah satunya, saya mendapatkannya dari berita ini. Hehe, maaf saya ngomen dari sisi materi berita, bukan isi. Mungkin nanti saya bisa bantu hujat-hujatin gitulah, kalau beritanya tentang maling di mesjid. He

    BalasHapus
  10. Berita yang bagus dengan jumlah 60-70 sudah termasuk banyak, semoga semakin berkembag.

    BalasHapus
  11. saya setuju dengan apa yang dikatakan mba khumaira jumlah jemaah yang banyak dengan keikhlasan meluangkan waktu untuk menimba ilmu walau kita tahu usia mereka rata-rata sudah tidak muda lagi,alangkah lebih baiknya bagi DKM dan pengurus setempat lebih merangkul lagi kalangan muda/remaja yang kita tahu bagaimana kehidupan hedonisme mereka,dengan cara mengadakan acara-acara rutin yang wajib diikuti kaula muda setempat seperti mengadakan perlombaan-perlombaan (Fashion show,band,marawis,nasyid)dll,dan tentu didalamnya mengandung nuansa islami,yang tidak bisa kita hilangkan dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani.

    BalasHapus

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Incsomnia Project