x
BREAKING NEWS

Sabtu, 15 Oktober 2016

Usai Magrib, Anak-Anak Ikuti Pengajian di Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah

Pengajian anak di Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung, Cibiru
Dakwahpos.com, Bandung – Masjid di daerah Cipadung adakan pengajian anak tiap usai maghrib sampai isya. Kegiatan itu diikuti oleh sejumlah anak dari berbagai usia (26/09/2016).

Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah, Cipadung, Bandung Juanda,  menyelenggarakan pengajian anak-anak tanpa bayaran. Program ini menurut ketua DKM Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung, adalah program rutin. Pengajian diadakan turun-temurun.

“ Kami tidak mengadakan bayaran khusus kalaupun ada iuran, semuanya dari mereka oleh mereka dan untuk mereka. Ketika dipintai uang mereka marah. Alhasil iuranpun tidak berjalan”. Ujar Acep salah seorang pengajar.

Pengajian anak diselenggarakan setiap hari ba’da maghrib sampai dengan adzan isya, kecuali hari kamis. Pelajaran yang diberikan pada anak-anak, meliputi : sejarah, tajwid dan fiqh. Pengajian di masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah masuk dalam naungan Forum Kerja Diniyah Takmiliyah (FKDT)  merupakan Diniyyah Takmiliyyah Awwaliyah  (DTA) dan sudah resmi menjadi tempat mengaji anak. Beberapa dari pengajar memiliki inisiatif tersendiri dalam mengajar dan bertujuan untuk mengabdi.

“ Sayangnya anak-anak yang mengaji disini mereka berhenti ketika memasuki dunia SMP. Mereka mulai merasa enggan dengan pengajian rutinan dan lebih memilih bergaul dengan teman sebayanya. ” Kata pengajar yang biasa disapa Acep.

Acep merasa bingung dengan cara mengajar anak karena pada dasarnya anak lebih suka bercanda ketimbang mengaji, ketika anak dimarahi mereka jadi enggan untuk mengaji. Acep pun harus tetap sabar dalam mendidik anak-anaknya. Dengan begitu usaha yang dilakukan oleh pengajar agar anak mau mengaji di masjid yang terletak di Cipadung itu dengan anak diikutsertakan tampil depan umum seperti imtihan atau lomba-lomba karena anak sangat menyukai itu.

Reporter : Hani Solehatunnisa, KPI/3 B

Bagikan

16 komentar :

  1. Mantap tingkatkan ya..dan memang benar sebaiknya dalam sistem mengajarkan anak mengaji harus diikutsertakan dengan adanya lomba lomba selain membuat anak tdk merasa jenuh dengan begitu setidaknya memacu pontensi anak untuk lebih baik dan lebih gemar dalam mengaji.. semoga sukses selama kita masih dijalan ALLAH SWT insyaallah diberikan kemudahan dan jalan terbaik aamiin..

    BalasHapus
  2. Peran pendidikan anak, sebenarnya lebih besar ditanggungjawabi orang tua mereka. Kebanyakan mereka, mengaji atau belajar, untuk bermain atau bertemu dengan teman-temannya. Dorongan orang tua, menjadi penting, untuk meningkatkan pemahaman anak tentang hal-hal seperti ini.

    BalasHapus
  3. Maasya Allah. Alhamdulillah masih ada orang-orang yang tanpa dibayar tapi tetap merasa ada tanggung jawab untuk memperbaiki generasi. Mudah-mudahan kegiatan mengaji sehabis maghrib tidak dihilangkan. meskipun anak-anaknya semakin berkurang, tapi dengan adanya imtihan menjadi daya tarij untuk anak-anak yang lainnya. Biarlah jika masih banyak bermain karena memang masanya, yang terpenting mereka mau datang dulu pun sudah luar biasa. Selanjutnya batu sedikit2 beri pemahaman dan terlebih dukungan penuh orang tuanya.

    BalasHapus
  4. Memang sudah seharusnya anak-anak mengikuti kegiatan keagamaan usai magrib, supaya mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat seperti menonton sinetron.
    Walaupun para pengajar tidak mengadakan bayaran khusus, seharusnya orang tua yang menitipkan anaknya mengerti pentingnya iuran untuk pengajian, karena iuran tersebut bisa menunjang sarana pra sarana yang mungkin saja bisa merubah metode belajar jadi lebih asyik. Dengan begitu anak-anak lebih senang mengaji ketimbang bercanda.
    Semoga sukses.

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah, masih banyak yang peduli dengan pendidikan agama utk anak2 yg sedang berkembang. Memang sangat baik menerapkan pembelajaran setelah magrib, daripada anak-anak menonton sinetron yg tdk baik dan tdk pantas di tonton pda usianya.

    BalasHapus
  6. Mantap.. Semoga lebih baik lagi dalam pemberitaannya

    BalasHapus
  7. Mudah mudahan anak anaknya menjadi sholeh sholeha,menjadi penerus bangsa yg taat pada agama.. aamiin

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah masih ada org yang mau mengajarkan kebaikan tanpa dibayar apalagi dalam hal mengajarkan al qur'an yg merupakan hal penting dalam kehidupan kita sehari hari karena al qur'an merupakan panutan dalam hidup kita. Semoga tidak hanya anak anak saja yg mempunyai semangat untuk mengaji, tapi kita semua sebagai umat muslim harus mempunyai semangat untuk mengaji.

    BalasHapus
  9. mantap (y) mudah mudahan semua anak zaman sekarang masih semangat dalam mengaji di setiap waktu, khususnya di waktu maghrib. bermanfaat dan tingkatkan lagi penulisannya yah supaya pembaca lebih mengerti :)

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah masih ada orang2 yang ikhlas, rela tanpa pamrih demi mengajar ngaji anak2. Sebetulnya masih banyak anak2 di luar sana yg merindukan pengajian seperti ini tetapi karena keterbatasan pengajar jadi tidak mengaji. Semoga tetap istiqomah dalam menjalankannya semoga ilmunya berkah dan bisa dijadikan ladang amal sholeh yang tidak akan terputus hingga wafat. Aamiin

    BalasHapus
  11. Memang tidaak bisaa dipungkiri, bahwa kehidupan anak remaja zaman sekarang berbeda dengan anak remaja yang lahir taun 90 an yang mana budayanyaa masih sering pergi mengaji ke mesjid-mesjid sehabis maghrib. hal inii disebabkan karena terpengaruhnyaa oleh kehidupan modern. anak anak sekarang lebih senang main dengan teman sebayanyaa hingga larut malam dan senang kehidupan gadget merekaa. sehingga tidak heran jika mesjid tempat memgaji sekarang sepi tidak seramai dulu. semoga dengan adanya berbagai inovasi dlm pembelajaran bisa menarik kembali minat anak-anak utk pergi mengaji di mesjid setelah maghrib.

    BalasHapus
  12. Bukan hanya di kota di kampung saja untuk zaman sekarang kalau sudah masuk usia remaja susah untuk berangkat pengajian, teknologi dan budaya barat sudah mempengaruhi pola pikir remaja saat ini

    BalasHapus
  13. belajar diwaktu kecil dan mengamalkannya ketika ia dewasa. subhanalloh

    BalasHapus
  14. MasyaAllah. Semoga kita yang sudah dewasa bisa moncontoh seperti adik2 kecil kita. Tak pantang menyerah mencari ilmu di luar sekolah.

    BalasHapus

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Incsomnia Project