x
BREAKING NEWS

Jumat, 28 Oktober 2016

Tatan: Sebagai Muslim Saya Maafkan Ahok, tapi Hukum Harus Dijalankan

Pengajian Masjid Al-Ikhlas

Dakwahpos.com, Bandung- DKM Masjid Al-Ikhlas mengadakan pengajian ibu-ibu, Jumat (14/10/2016). Pembicara dalam pengajian tersebut diisi oleh Tatan, ketua DKM Masjid Al-Ikhlas. Tema yang dibahas berkaitan dengan Ahok dan penafsiran Al-Quran, surat Al-Maidah ayat 51.

Tatan menyampaikan, Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok adalah sosok yang kita hormati, tidak boleh kita benci karena Isam tidak mengajarkan kebencian. Secara tiba-tiba, entah belajar al-Qur'an dan tafsirnya darimana, ungkap tatan, Ahok menyalahkan para ulama dengan kalimat Jangan dibodohi pake Al-Maidah ayat 51.

Tatan lebih lanjut memaparkan, Ahok sebelumnya mengajukan gugatannya terhadap mahasiswa Universitas Indonesia dengan dipidana. Ketika diwawancarai, Ahok mengatakan ia sudah memaafkannya, tapi mahasiswa itu tetap harus masuk penjara karena berbicara sambil menggunakan baju UI sehingga dianggap sudah mempermalukan UI.
Menanggapi ungkapan Ahok yang menghina Al-Quran, Tatan menyampaikan bahwa ia akan menggunakan cara berpikir Ahok. Ahok ketika berbicara menghina Al-Quran memakai baju PNS dan bajunya dibayar oleh negara. Menurutnya, Supaya adil silahkan Ahok ikuti proses hukum.
"Saya memaafkan Ahok secara tulus, karena saya memahami setiap orang terbiasa berlaku salah, tapi ada baiknya Ahok itu diberikan pelajaran dengan kemudian harus mengikuti proses hukum" Ucap Tatan, Jumat (14/10).

Menurutnya, jika ada orang melakukan kekeliruan di dunia kemudian ia bisa menutupi kekeliruannya itu, maka tenang saja karena ada Allah, Allah itu seadil-adilnya Hakim.

Reporter: Nurlaili Nabilah, KPI/3C

Bagikan

4 komentar :

  1. Tooop.. إنا نحن نزلنا الذكر وإنا له لحافظون

    BalasHapus
  2. Top pak ustad .. Saya sangat setuju .. Hehe

    BalasHapus
  3. asslmkm wr wb (opini saya)
    ,, sikap dari bpk ustd tatan sangat mulia sebagai seorang muslim yang baik, terhadap ajaran islam yaitu sikap memaafkan terhadap sesamanya walaupun berlainan ideologi(aqidah) dan yg jelas2 sudah menyinggung hati umat islam krn tindakannya itu.. islam itu agama yg berkonsepkan rahmatan lil alaamiin , sudah seharusnya yg mengaku mengikuti ajaran islam / pemeluk agama islam mempunyai sikap yg selaras dalam ajaran yg di bawa oleh sang pembawa risalah ilahi alloh swt. yakni rosululloh saw. yg berakhlak kan al qur'an yg di dalam setiap aspek kehidupannya tidak terlepas dari bimbingan-NYA sang ilahi rabbi. dan adapun perihal penistaan agama oleh oknum yg bersangkutan sudah sepatutnya di proses secara hukum karena oknum yg bersangkutan sudah menodai/melecehkan/menghina kitabsuci alquran, ulama serta umat islam di seluruh dunia khususnya negeri kita indonesia , yg mayoritas penduduknya muslim , dan agar ada efek jera bagi siapa saja yg mencoba menistakan agama islam dan juga sebagai negara hukum maka patutlah peristiwa seperti jadi bahan pembelajaran kita semua, apakah keadilan di negeri ini dpt di tegakkan dengan seadil-adilnya dan tidak ada intervensi para penguasa yg seenaknya dimana2 yg membuat rancu sistem hukum kita ,, hidup negara indonesia makmurkan bangsa kita dengan keteladanan2 yg indah,benar dan baik , dimana ulama + umaro bersatu memajukan negara ini,,afwan yaa teh nurlaili nabilah ini hanya luapan ekspresi saya terhadap negaraku indonesia yg tercinta ini, mdhn2 ada mnfaatnya.. wabillahi taufik wal hidayah. summasslmkm wr wb. :)

    BalasHapus
  4. Saya sangat setuju dengan isi artikel ka nabilah.artikel yg berisikan sesuatu yang faktual dan meluruskan segala kerancuan .saya pun sangat setuju dengan pernyataan kami umat muslim telah memaafkan beliau namun aqidah kami tidak ada toleransi.apa yg dilakukan harus ada pertanggung jawaban. Artikel yg sangat bermanfaat .terima kasih ka nabilah

    BalasHapus

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Skumfuk Design Studio