x
BREAKING NEWS

Jumat, 21 Oktober 2016

Pengajian Anak Masjid Al-Amanah Gunakan Metode Game

Pengajian Anak di Masjid Al-Amanah
Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Al-Amanah yang berlokasi di Jl. Sukasari Rt 01 Rw 10 mengadakan pengajian anak tiap usai Magrib sampai Isya. Kegiatan pengajian tersebut diikuti oleh sejumlah anak dari berbagai usia.

Ada hal yang sangat berbeda dalam kegiatan pengajian di masjid tersebut. Setiap hari Jum'at malam, pengajian bukan hanya diisi kegiatan mengajar anak-anak, tetapi juga diterapkan metode game yang menarik, diberikan oleh pengajar kepada anak-anak. Game tersebut bertujuan supaya anak dapat belajar sambil bermain agar tidak merasa jenuh.

"Untuk game yang saya berikan kepada anak-anak mungkin seperti permainan kartu yang berbentuk persegi panjang yang dibagi dua, kemudian diatasnya ditulis pertanyaan dan dibawahnya ditulis jawaban, tetapi bukan jawaban pertanyaan diatas, suapaya anak bisa melatih konsentrasinya. Kemudian game lainnya seperti acak ayat, sambung ayat, dan cerdas cermat. Dan setiap satu bulan sekali saya memberikan soal ulangan. Anak-anak yang mendapat nilai ulangannya tinggi, akan mendapat hadiah" Ujar Fina(20) ketika diwawancara Dakwahpos Sabtu (15/10/16).

Dalam kegiatan pengajian tersebut, pengajar memberikan berbagai macam game yang berbeda setiap mengajar kepada anak. Sehingga dengan diadakannya game tersebut, anak-anak sangat antusias dan merasa senang mengikuti pengajian. Game yang diberikan pengajar merupakan game yang mendidik, dimana salah satunya adalah sambung ayat. Selain itu, setiap satu bulan sekali pengajar memberikan soal ulangan untuk melatih dan mengingat kembali materi yang telah disampaikan.

Menurut Fina selaku pengajar di Mesjid Al-Amanah, anak-anak sangat senang dengan metode belajarnya, bahkan setiap kali mengajar ngaji, mereka selalu menuntut ada gamenya. Karena anak-anak berbeda dengan orang dewasa, mereka lebih senang jika belajar sambil bermain. Selain itu, mereka lebih cepat nangkap sama apa yang mereka lihat, dibanding kalau menjelaskan dengan model ceramah, cepat lupanya. Maka  game adalah salah satu solusi pengajian anak untuk membuktikan bahwa belajar itu menyenangkan.

Kegiatan pengajian anak-anak tersebut bukan hanya sekedar menerapkan metode belajar sambil bermain. Ketika telah usai mengaji, anak-anak diajarkan untuk selalu mengerjakan shalat sunah qobla dan ba'da saat Magrib dan Isya. Kemudian anak-anak di Masjid Al-Amanah tersebut dilatih untuk mengumandangkan adzan Magrib dan Isya seusai mengaji dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pengajarnya.

"Dengan  mengajarkan hal-hal yang baik sejak dini, maka anak-anak akan terbiasa untuk melakukan hal-hal tersebut ketika dewasa. Karena anak-anak sangat sulit untuk diberikan materi, sehingga kita sebagai pengajar sekaligus guru ngaji harus pintar-pintar membuat materi itu semenarik mungkin biar mereka tidak merasa jenuh. Dengan begitu, saya mendidik mereka dengan metode game, yang membuat mereka senang dan cepat nangkap materi yang disampaikan". Pungkas Fina

Reporter : Ismi Alawiah/KPI/3B

Bagikan

9 komentar :

  1. Sangat menarik, Ditunggu berita selanjutnya..

    BalasHapus
  2. berita yang menarik, tapi ada baiknya jika omongan dari narasumber dinarasiin sendiri biar enggak panjang panjang teuing hihi xD

    BalasHapus
  3. Metode game seperti itu alangkah lebih baiknya tidak hanya diterapkan di Masjid AL-AMANAH saja,karena memang sudah menjadi kebutuhan seorang anak untuk bermain. Hal itupun dapat melatih psikomotorik perkembangan sang anak. Semoga Masjid-masjid lainnya dapat mencontoh masjid ini dalam hal metodologi pembelajarannya.

    BalasHapus
  4. Metode game seperti ini sangat dibutuhkan, khususnya di lembaga" pendidikan..agar apa yg disampaikan mudah di ingat dan lebih Bagus di aplikasikan

    BalasHapus
  5. Mengaji dengan menggunakan metode game memang sangat cocok bagi anak-anak. Karena, mereka masih asik-asiknya untuk bermain. Metode belaja seperti ini bisa menjadi dayatarik agar anak-anak mau mengaji.

    BalasHapus
  6. alhamdulilah metode yang menarik dan unik, jangan sampai tradisi ini berhenti

    BalasHapus
  7. metode game? kreatif! banyakin metode lainnya juga yaa biar makin giat mengajinya

    BalasHapus
  8. Setiap guru/pengajar memang memiliki metode berdeda-beda d dalam menyampaikan ilmu,nah inilah salah satu nya!yaitu metode game,namun jangan sampai anak2 terlena dengan game itu sendiri,sehingga antusiasme mereka menuntut ilmu itu bukan karena game nya melainkan kesadaran akan wajib nya,alangkah lebih baik jika seiring dengan pertumbuhan anak2 mereka d berikan pengertian dan arahan mengenai mutlaq wajibnya menuntut ilmu.

    BalasHapus
  9. cara yang sangat kreatif dan membangun semoga dengan cara seperti ini bisa menghasilkan hasil yang baik

    BalasHapus

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Skumfuk Design Studio