x
BREAKING NEWS

Minggu, 16 Oktober 2016

Haji Muk, Tokoh Pendiri Masjid Al-Masykur

 
Masjid Al-Masykur Kompleks Pertamina

Dakwahpos.com, Bandung– Masjid Al-Masykur, Jalan Kompleks Pertamina Samping Blok AA adalah masjid yang pertama dibangun di Jalan Kompleks Petamina. Pembinaan Masjid Al-Masykur di Jalan Kompleks Pertamina ini adalah inisiatif Haji Muk serta keluarga besarnya dan hasil musyawarah masyarakat.

Haji Muk adalah sebagai Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Masjid Al-Masykur.

“Pak Haji Muk itu merasa sedih, merasa terbuka hatinya kerna di lingkungan kompleks ini belum ada masjid. Masyarakat disini tercari-cari masjid susah, akhirnya terbuka hati Pak Haji Muk untuk menubuhkan masjid dan Pak Haji Muk ngobrol dengan masyarakat di sini, akhirnya respon masyarakat disini bagus untuk menubuhkan sebuah masjid. Jadi awal mulanya masjid ini kerna Pak Haji Muk dan keluarga besarnya,” kata Opik, penjaga Masjid Al-Masykur, Selasa (04/10).

Masjid Al-Masykur ini telah dibangun pada tanggal 1 April 2013. Pembangunan Masjid Al-Masykur ini mengambil masa selama 1 tahun untuk menyiapkan masjid ini. Tokoh Masjid Al-Masykur ini adalah Haji Muk sendiri. Walaupun Masjid Al-Masykur ini telah dibangun selama 2 tahun, organisasi untuk masjid Al-Masykur ini belum ada dibangun oleh kerna Masjid Al-Masykur ini belum resmi.

Penjaga Masjid Al-Masykur, Opik, menyatakan kegiatan di Masjid Al-Masykur ini adalah mengadakan shalat Jumaat, jemaah bisa memenuhi Masjid Al-Masykur ini melebihi 50 orang. Bahkan, bisa sehingga 100 orang jemaah. Ditambah pula dengan kegiatan yang dilakukan di Masjid Al-Masykur adalah kegiatan sehari anak-anak SMA untuk melakukan pengajian. Begitu juga pada setiap malam jumaat, mengadakan bacaan yaasin.  

“Paling kegiatan yang ada di Masjid Al-Masykur adalah mengadakan shalat Jumaat dan terus kegiatan sehari-hari paling anak-anak yang SMA melakukan pengajian dari pagi dan seterusnya melakukan shalat duhah dari pagi sehingga jam 8, dan anak-anak SMA itu dipimpin dari sekolah langsung. Dan pengajian juga dilakukan pada malam jumaat selepas maghrib akan mengadakan bacaan yaasin,” ungkap Opik.

Reporter : Mohd Fikri bin Azman Shah, KPI/3C

Bagikan

3 komentar :

  1. Jamaah yang datang sholat jumaat kebiasaannya lebih ramai bukan hanya 50 hingga ke 100 orang. Semoga masjid Al-Masykur bisa direnovasi untuk dibesarkan lagi agar dapat menampung jamaah yang ramai.

    BalasHapus
  2. Belum pernah sholat di masjid ini. Insya Allah jika ada kesempatan.

    BalasHapus

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Incsomnia Project