x
BREAKING NEWS

Kamis, 27 Oktober 2016

Enjang: Pembagian Kegiatan, Solusi Perbedaan Pendapat Madzhab

Jalur Masuk Perumahan Bumi Harapan

Dakwahpos.com, Bandung- Diusung dari sisi toleransi, DKM Jami' Al-Inayah telah mengambil langkah pasti untuk perbedaan pendapat antara dua madzhab. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan rutin tiap minggunya mendapat tempat dan waktu khusus, dan tidak dipermasalahkan pihak manapun.

Di masjid yang letaknya antara tiga blok: AA, DD, dan EE kecamatan Cileunyi ini, kegiatan yasinan malam Jumat hanya berlaku bagi bapak-bapak. Pasalnya, perbedaan pendapat antara yang membolehkan perempuan shalat berjamaah di masjid dengan yang tidak membolehkan, lebih dominan pada pendapat yang tidak membolehkan.

"Yasinan hanya untuk laki-laki saja, perempuan tidak. Mungkin karena masjid ini yang letaknya masuk tiga blok, blok AA, blok DD dan blok EE. Juga di sini kan ada dua pendapat madzhab. Yang membolehkan perempuan shalat berjamaah, kemudian ada juga yang tidak. Selain karena memang nilai ibadahnya yang sama, mungkin karena alasan waktu dan kegiatan rumah tangga yang banyak. Tapi di sini lebih cenderung tidak membolehkan." tukas Enjang Junaedi (61), seksi ibadah mahdhah masjid Al-Inayah, Kamis (20/10).

Enjang Junaedi memaparkan kegiatan masjid Jami' Al-Inayah bukan hanya satu, namun masih banyak lagi kegiatan lain yang sedang vakum karena alasan pemasangan kubah.

Adapun perempuan-perempuan yang telah disepakati DKM untuk tidak boleh shalat berjamaah, justru diberikan tempat dan waktu khusus untuk berkumpul dan mengaji bersama, yakni majlis ta'lim yang rutin pada Sabtu sore.

"Majlis ta'lim rutinnya sih pada hari Sabtu, sore-sore. Itu untuk yang perempuan. Ada juga pengajian bapak-bapak, Minggu subuh. Tapi tetap dipisahkan dari perempuan." Pungkas Enjang mengakhiri jawabannya.

Pembagian kegiatan oleh DKM ini diharapkan mampu mengeratkan ukhuwah Islamiyah serta toleransi antar warga komplek. Kegiatan-kegiatan ini juga sebagai langkah nyata untuk memakmurkan masjid Al-Inayah, serta warga masyarakat yang tinggal di komplek Bumi Harapan. 

Reporter: M. Sabilulhaq Mardhatillah, KPI/3B

Bagikan

3 komentar :

  1. Sisi menarik yang saya pahami dari perbedaan madzhab, terutama ketika mengaitkan ini secara nyata pada fenomena yang terdapat di Masjid Jami' Al-inayah. Dimana disebutkan bahwa dua pendapat dikomplek bumi harapan ini menyebabkan kaum hawa tidak diperbolehkan shalat berjamaah, dan hal yang patut dipertanyakan ialah "bagaimana reaksi penganut madzhab yang setuju kaum hawa boleh shalat berjamaah?". Akhirnya saya memahami bahwa toleransi yang begitu baik di komplek Bumi Harapan patut dicontoh.
    saya juga senang melihat semangat yang dituangkan reporter dalam menulis berita, tata bahasa yang baik, kesederhanaan dalam penuturan fakta dan pendapat, hal inilah memperlihatkan ada banyak hal positif dari kepeulisan berita ini.

    BalasHapus
  2. perbedaan tersebut tidak menjadikan kaum hawa dipandang sebelah mata namun, disediakan tempat khusus untuk kaum hawa.. sehingga ukhuwah islamiyahnya tetap terjalin

    BalasHapus
  3. yang paling menarik dari berita ini yaitu diadakannya tempat khusus kaum hawa. good
    ditunggu berita selanjutnya

    BalasHapus

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Skumfuk Design Studio